Indahnya Drama Musikal Legenda Dewi Bulan Karya Muda Mudi Tionghoa

2017-10-13 13:48:07
Editor : Azis Faradi | Reporter : Hendro Wibowo
Adegan dalam drama musikal legenda Dewi Bulan yang dibawakan muda mudi Tionghoa di Yogyakarta. (Hendro Wibowo)

DRAMA musikal tentang legenda Dewi Bulan, karya muda mudi Tionghoa di Yogyakarta, memberikan hiburan yang sarat makna.

Karya indah dari muda mudi Tionghoa yang tergabung dengan Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) mempesona. Sebuah pertunjukan drama musikal tentang legenda Dewi Bulan.

Drama musikal yang dipersembahkan pada malam Tiong Qiu, atau Mooncake Festival, di Klenteng  kelenteng Tjen Ling Kiong (Poncowinatan) Yogyakarta tersebut bertajuk “The Legend of Moon Goddess”.  Drama dengan sutradara Ernest Lianggar Kurniawan dan Imanuella Lisa ini terdiri dari 9 adegan.

Mengisahkan tentang legenda perayaan Tiong Qiu, sebuah budaya berusia ribuan tahun dari Tiongkok. Sambil berakting, membawakan lagu tentang Dewi Bulan, menggunakan bahasa Indonesia.

Bulan bersinar dengan indahnya. Tetapi sinarnya memancarkan sejuta kesedihan. Kesedihan dari seorang dewi. Yang terpaksa melihat cintanya menua dan mati

Tentang Hou Yi. Pria hebat dengan 10 anak panah di pundaknya. Pria yang mencari keabadian hidup demi cintanya. Pria yang ditinggalkan oleh cintanya yang menua lalu mati

Tentang Chang E. Gadis dengan sejuta keindahan tariannya. Gadis yang meluluhkan hati si pemanah ulung. Gadis yang terpaksa menjadi abadi dan meninggalkan cintanya

Tentang mereka. Yang terpisah karena iri hati. Yang berkorban demi cintanya .Yang hanya bisa mencintai dengan kenangan yang ada.

Membawa kisah Chang E dan suaminya Hou Yi yang memanah 9 dari 10 matahari di dunia. Alur cerita menyesuakian dengan naskah sebenarnya, tapi dibawa dalam nuansa kekinian dan penuh gelora anak muda.

Di sela cerita, selain bernyanyi, juga menampilkan permainan liong dan barongsai dari Hoo Hap Hwee Jogjakarta, Liong Ladies Hoo Hap Hwee, tarian Fu Qing dan Hakka.