Mengenal Alat Musik Petik Tradisional Khas Tiongkok

Kamis, 28 September 2017 13:14:22
Editor : Azis Faradi | Reporter : Oktaviani
guzheng, alat musik petik tradisional dari Tiongkok. Telah berusia sekitar 2.000 tahun, dan masih digunakan sampai sekarang. (Istimewa)

GUZHENG merupakan alat musik petik tradisional dari Tiongkok. Mulai digunakan masyarakat sejak 2.000 tahun yang lalu, dan masih eksis sampai sekarang.

Lahir pada era Dinasti Qin, sekitar 221 sampai 206 Sebelum Masehi. Kadang juga disebut dengan nama qin zheng. Sebuah alat musik petik tradisional khas negeri Tiongkok. Biasanya paling umum dimainkan kalangan umum.

Nama populernya guzheng. Alat musik ini mulai populer pada masa Dinasti Tang sekitar 618-907 Masehi. Bentuk, seperti kotak cembung dan terbuat dari kayu sebagai pusat suara. Di atasnya terbentang 21 senar.

Di tengah senar, ditempatkan qin ma atau bridge guzheng, dapat digeser untuk menaikkan atau menurunkan frekuensi nada. Senar-senar tersebut disetel pada nada pentatonis Tiongkok, terdiri dari nada do, re, mi, sol, dan la.

Alat musik ini dimainkan mirip dengan harpa atau gitar. Dipetik menggunakan jari dengan alat bantu berupa kuku palsu. Biasanya dari tempurung kura-kura atau plastik. Ada banyak teknik yang digunakan dalam memainkan alat musik guzheng.

Tangan kanan pada umumnya digunakan untuk memainkan melodi, sedangkan tangan kiri untuk memainkan chord.

Si Maqian, seorang ahli sejarah zaman Dinasti Han, pernah menulis, sebelum Dinasti Qin, guzheng menjadi alat musik yang populer untuk mengiringi lagu. Pada awanya hanya memiliki lima senar.

Kemudian era Dinasti Qin dan Han, jumlah senarnya bertambah menjadi 12. Selanjutnya, pada zaman Dinasti Ming dan Qing, jumlahnya bertambah menjadi 14-16 senar. Namun sejak 1970, standar senar guzheng berubah lagi, kini menjadi 21.