Mengenal Dizi, Alat Musik Tiongkok

Kamis, 05 April 2018 15:08:01
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Alat musik Dizi. (Istimewa)

Sebagai alat musik Tiongkok, Dizi banyak dimainkan dalam berbagai gelaran pertunjukan seni Tiongkok. Mulai dari opera tradisional sampai orkestra moderen.

JAKARTA - Dizi atau seruling bambu merupakan salah satu instrumen yang paling populer dalam musik tradisional Tiongkok. Alat musik Tiongkok yang satu ini dimainkan secara horizontal, sangat mirip seruling Barat. Umumnya dibuat dari sebilah bambu dengan lubang nada yang sejajar dalam satu barisan. 

Alat musik Dizi secara luas digunakan dalam banyak sekali genre musik rakyat China, opera China sampai kepada gelaran orkestra China moderen. Dizi menjadi populer karena merupakan alat musik yang sederhana dan mudah untuk dimainkan.

Kebanyakan Dizi terbuat dari bambu, hal ini menjelaskan mengapa Dizi sering dikenal dengan nama "Seruling Bambu China". Dizi di bagian China Utara terbuat dari bambu ungu atau violet, sementara Dizi yang dibuat di Suzhou dan Hangzhou terbuat dari bambu putih. Dizi yang diproduksi di daerah selatan China seperti Chaozhou sering dibuat sangat ramping, ringan dengan bambu yang berwarna cerah. Meskipun bambu adalah bahan utama, Dizi juga bisa ditemukan dengan bahan yang terbuat dari kayu atau bahkan dari batu.

Badan Dizi memiliki lubang jari dengan jarak tertentu yang sudah diukur. Dizi juga memiliki lubang ekstra di antara lubang tiup dengan lubang jari yang ditutupi oleh membran tipis dari sebuah buluh, membuat Dizi mengeluarkan nada ringan, bergema dan sedikit berdengung. Meski banyak kebudayaan di dunia yang mempunyai kemiripan alat musik seruling, namun hanya Dizi yang memiliki fitur unik ini.

Dizi dikenal memiliki kemampuan yang luas dalam mengungkapkan ekspresi serta berkualitas sangat halus. Ketika dimainkan pada tingkat nada menengah dan tinggi dengan nafas cepat, Dizi memberikan pendengarnya suatu nada tinggi, riang, seakan sedang mengambang. Sedangkan bila dimainkan dalam nada yang lebih rendah dengan nafas lembut, seakan dapat membawa pendengar ke suatu kenangan yang damai dan membumi. Dizi juga terkenal akan kemampuannya dalam menirukan suara alam. Seolah dapat mereproduksi suara lingkungan hutan dengan begitu akurat, sehingga pemandangan alam seringkali muncul dengan jelas dalam imajinasi pendengarnya.

Agar dapat menghasilkan nuansa nada-nada musik yang kaya, pemain Dizi harus menguasai berbagai artikulasi musik yang berbeda, juga teknik-teknik tingkat lanjut. Misalnya, menggeser dan meletuskan nada, meniup dengan kencang untuk menciptakan harmonisasi atau dua nada sekaligus, dan menggerakkan lidah dengan sangat cepat. Hal tersebut dapat menghasilkan sebuah performa suara yang hampir tak dapat dibayangkan. Beragam teknik ini, bersama dengan warna nada, memerlukan pengaturan yang halus dari mulut dan juga aliran udara agar menjadi sempurna.

Saat ini, alat musik Tiongkok Dizi modern memiliki total 12 lubang,  yang terdiri dari satu lubang untuk meniup, satu lubang membran, enam lubang untuk memainkan, empat lubang untuk memperbaiki tinggi rendah nada dan memasang pajangan atau hiasan gantung. Dizi memiliki nada jernih dan bergema sehingga cocok untuk mengekspresikan irama yang bernada gembira.