Pesona Tarian Amei Cu dari Hakka Yogyakarta

2017-10-10 13:45:07
Editor : Azis Faradi | Reporter : Hendro Wibowo
Para seniman Tionghoa unjuk pesona dari tarian Amei Cu, seni khas masyarakat Hakka, tampil di Yogyakarta. (Hendro Wibowo)

PENUH pesona, menghipnotis mata dengan tarian Amei Cu yang dihadirkan oleh Hakka Yogyakarta. Melengkapi sinar bulan purnama.

Dengan lincah, penari-penari cantik berbaju putih itu meliuk-liuk mengikuti irama lagu, menampilkan pesona dari tarian Amei Cu. Sebuah hasil kebudayaan masyarakat Tionghoa dari suku Hakka. Mulai diperkenalkan kepada masyarakat Yogyakarta.

“Kami dari Hakka Jogja (Yogyakarta). Mempersembahkan tarian Amei Cu atau tarian Suku Amei. Tarian ini menceritakan tentang rembulan. Ini malam rembulan yang bagus, yang indah yang bundar, kami semua happy menari,” kata Fee Chen, koordinator seni tari Perhimpunan Hakka Yogyakarta, belum lama ini.

“Ini adalah tarian Hakka. Pakaian Hakka itu kalau di Tiongkok, sukunya banyak sekali, ada 56 suku. Jadi banyak sekali pilihannya, bisa pakai apa saja. Nah, yang kami pakai dari suku Han, yaitu Han Cu. Suku Han ini dari Hakka,” jelasnya.

Kelahiran 64 tahun lalu ini, menambahkan, persiapan untuk menghadirkan tarian Hakka di tengah masyarakat Yogyakarta, tak terlalu matang. “Kami mendadak diminta tampil. Namun kami tidak apa-apa karena sudah biasa menari. Setiap paguyuban harus mengeluarkan tarian.”

Dia mengakui, para penyuka tarian tradisional rutin mengadakan latihan, dan bisa memperkenalkan kepada masyarakat ketika ada event, seperti pada perayaan Mooncake Festival pada tanggal 15 bulan 8 tahun 2568 Imlek.

“Tarian kami kreasikan sendiri. Ada juga arahan guru kami dari Tiongkok. Kami belajar, penyukanya tua dan muda,” pungkasnya.