Seluk Beluk Alat Musik Tiongkok Guzheng

Senin, 23 April 2018 11:37:06
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Ilustrasi wanita sedang memainkan Guzheng. (Istimewa)

Sudah ada sejak sekira 2000 tahun lalu, alat musik Tiongkok Guzheng beberapa kali mengalami pergantian jumlah senar, sebelum akhirnya ditetapnya menjadi 21 senar.

JAKARTA – Guzheng merupakan alat musik Tiongkok tradisional yang sudah ada sejak sekira 2000 tahun lalu. Guzheng juga dikenal sebagai Qin Zheng karena berasal dari Dinasti Qin (221-206 SM) terletak di Provinsi Shaanxi. Alat musik ini mulai populer pada masa Dinasti Tang (618-907 M) dan merupakan instrumen yang paling umum dimainkan di Tioongkok. 

Guzheng memiliki bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara. Di atasnya terbentang 21 senar. Di tengah senar tersebut, ditempatkan Qin Ma (bridge guzheng) yang dapat digeser untuk menaikkan atau menurunkan frekuensi nada. Senar-senar tersebut disetel pada nada pentatonis China yang terdiri dari nada; do, re, mi, sol dan la.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik. Jari-jari untuk memetik menggunakan alat bantu berupa kuku palsu yang terbuat dari tempurung kura-kura atau plastik. Ada banyak teknik yang digunakan dalam memainkan alat musik Guzheng, dimana tangan kanan pada umumnya digunakan untuk memainkan melodi, sedangkan tangan kiri untuk memainkan chord. 

Si Maqian, seorang ahli sejarah zaman Dinasti Han menulis bahwa, sebelum Dinasti Qin, Guzheng sudah menjadi alat musik Tiongkok yang populer untuk mengiringi lagu. Pada awalnya hanya memiliki lima senar. Kemudian pada zaman Dinasti Qin dan Han, jumlah senarnya bertambah menjadi 12. Selanjutnya, pada zaman Dinasti Ming dan Qing, jumlahnya bertambah menjadi 14-16 senar. Namun sejak 1970, standar senar Guzheng berubah menjadi 21.