Semarang Sketchwalk Bidik Kampung Pecinan Semarang

Kamis, 25 Januari 2018 17:00:34
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Hasil bidikan Komunitas Semarang Sketchwalk. (Istimewa)

KOMUNITAS Semarang Sketchwalk bidik Kampung Pecinan Semarang sebagai objek sasaran dalam live sketching, on the spot sketching.

Keunikan  potret kehidupan, ragam budaya dan berbagai jejak peninggalan yang berada di Kampung Pecinan Semarang memang menarik. Hal ini juga yang membuat  para Sketser Semarang yang tergabung dalam Komunitas Semarang Sketchwalk  yang anggotanya lintas etnis dan agama ini menjadikan kawasan Pecinan untuk menjadi objek sasaran dalam live  Sketching, on the spot sketching alias nyeket di lokasi.

Menurut Suwito, salah satu penggiat dari Komunitas Semarang Sketchwalk lewat Programnya Kampong To Kampong, kegiatan blusukan nyeket ini merupakan upaya mendokumentasikan jejak budaya  yang ada di kampung-kampung di kota Semarang.

Beberapa lokasi yang sudah jadi objek nyeket di kawasan Pecinan antara lain, Gambiran, Sebandaran, Wot Gandul, Gang Pinggir, Gang Besen dan Gang Tengah.

“Kali ini yang jadi objek bidikan para sketser kawasan Klenteng Sioe Hok Bio, Pasar Gang Baru dan Rumah Kopi. Setiap dua minggu sekali kami blusukan nyeket. Minggu ini (28/1) kali yang ketiga di kawasan Pecinan dari enam edisi yang direncanakan,” ujar Suwito yang gemar memotret dengan gadget ini.

Ketika dikonfirmasi Indochinatown.com, apakah karya-karya sketsa ini natinya bakal dipamerkan. Menurut Suwito, pihak komunitas memang belum ada rencana. “Tetapi ke depannya kami justru berkeinginan karya kawan-kawan dari Semarang Sketchwalk ini akan dibukukan. Mudah-mudahan ini akan terealisir. Jadi ke depannya diharapkan kami punya dokumentasis dalam karya sketsa kampung-kampung di Semarang dalam bentuk buku,” harap Suwito mewakili kawan-kawan komunitasnya.