Thangka Sebuah Warisan Jalur Sutera Kuno

2017-08-09 16:40:28
Editor : Azis Faradi | Sumber : Shanghai Daily
Thangka, karya seni warisan Jalur Sutera kuno, memiliki nilai religius dan seni tingkat tinggi. (Istimewa)

NAMANYA thangka, semacam lukisan orang Buddha. Diciptakan untuk ritual keagamaan. Kini karya seni itu dikenal sebagai warisan Jalur Sutera kuno.

Kadang thangka, juga dikenal sebagai seni lukis yang unik dalam budaya Tibet. Menggabungkan seni dan keyakinana dalam agama Buddha. Dianggap sebagai saksi sejarah sekaligus warisan dari kejayaan Jalur Sutera kuno.

Thangka, pertama yang dibuat masih ada hingga saat ini, ditemukan di Grottoes Mogao di Provinsi Gansu di Tiongkok barat laut. Salah satu wilayah Jalur Sutera kuno, selama berabad-abad menghubungkan timur dan barat. Sarana pertukaran perdagangan dan budaya.

Periset percaya bahwa lukisan itu dibuat pada abad ke-8 dan 9. Beberapa ilmuwan, seperti Giuseppe Tucci pada tahun 1894-1984, dari Italia yang konsen meneliti di Tibet dan sejarah Buddhisme, merupakan lukisan yang berevolusi dari India.

Sementara ilmuwan dari Tiongkok, mengklaim bahwa thangka Tibet berasal dari lukisan karya orang Han. Terutama dari daerah Dunhuang, pertemuan orang Tibet dan Han. Terlepas dari perdebatan mengenai asal-usulnya, semua tampaknya setuju bahwa thangka adalah karya seni khas Tibet, punya keunikan dan karakteristik etnis serta agama.

Sebagai lukisan religius, thangka menggambarkan sebagian besar kehidupan Buddha dan dewa lainnya. Sebagai simbol spiritual dalam Hinduisme dan Buddhisme, mewakili alam semesta, dan roda kehidupan.

Kebanyakan thangka bertema agama Buddha. Meski demikian, ada juga thangka yang bertema gambar dan aktivitas non-religius, seperti biografi, cerita rakyat, kalender, astronomi, pengobatan Tibet dan kehidupan sehari-hari.

Karena menggunakan tulisan langka, thangka yang mengangat tema non-religius sering dianggap sebagai ensiklopedia ekonomi, budaya pada zaman kuno.

Sebagian besar thangka berukuran kecil sehoingga enak dibawa berkeliling oleh biarawan. Kadang dipakai untuk menyebarkan gagasan dan filosofi Buddha. Thangka terbesar di dunia diciptakan pada tahun 2013 oleh 10 seniman Tibet.

Dengan 19 gambar Buddha yang dicat, memiliki tinggi 120 meter dan lebar 85 meter. Luasnya sekitar 10.200 meter persegi, lebih besar dari standarnya lapangan sepak bola.

Dari segi teknik dan bahan pembuatan thangka, dibagi dalam dua kategori besar. Thangka dicat atau bris, dan thangka sutera, disebut gos.