The Kite Karya Kexin Zhang Gambarkan Pluralisme di Indonesia

2017-11-08 16:26:59
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Pameran The Kite karya Kexin Zhang (Istimewa)

PLURALISME di Indonesia menarik minat Kexin Zang. Melalui karyanya ‘The Kite’, seniman asal Tiongkok ini ingin menggambarkan keberagaman budaya, etnis, dan

The Kite, sebuah karya Kexin Zhang yang menggambarkan pluralisme di Indonesia. Seniman asal Tiongkok ini ingin menggambarkan keberagaman budaya, etnis, dan agama. Karya ini pun menampilkan kedekatan Indonesia, Thailand, dan Tiongkok di masa lampau.

Karya tersebut juga menyoroti kehidupan masyarakat muslim di Jawa hingga jejak sejarah Laksamana Cheng Ho, seorang kaptain Tiongkok berdarah Arab yang menyebarkan budaya Tiongkok di Malaka, Thailand, dan Indonesia.

Kexin Zhang menggunakan media layang-layang untuk menggambarkan keberagaman budaya, akulturasi budaya, dan sejarah Tiongkok dan Asia Tenggara. Baginya, layang-layang merupakan peninggalan budaya dari peradaban kuno di Tiongkok dan permainan ini hampir ditemukan di mana saja.

“Kami melakukan riset yang panjang untuk membuat karya-karya ini. Kurang lebih enam bulan, proses penggarapan karya yang terdiri dari lukisan, fotografi, instalasi dan videografi,” ujar Kexin seperti yang dilansir Solopos.com.

Dalam karyanya yang akan dipamerkan hingga 10 Desember 2017 mendatang terselip misi mengenalkan Asia Tenggara kepada masyarakat Tiongkok. Menurut Kexin, selama ini masyarakat Tiongkok lebih akrab dengan kebudayaan Eropa dan Amerika.

“Masyarakat Tiongkok hampir tidak tahu seperti apa Asia Tenggara ini. Bahkan, Indonesia, mereka mengira ini hanya negara Islam. Kenyataannya tidak demikian. Jogja terutama, saya suka sekali dengan kota ini, karena kota ini ternyata multikultur, banyak budaya di sini. Kami berharap, dengan karya ini kami bisa memberitahu dunia, Tiongkok tentang budaya dan keunikan Asia Tenggara,” tutupnya.