Jack The Ripper Tiongkok Dihukum Mati

Rabu, 04 April 2018 10:29:00
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Gao Chenyong alias Jack The Ripper Tiongkok. (Istimewa)

Pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman mati, setelah Gao Chengyong yang dijuluki sebagai Jack The Ripper Tiongkok terbukti menghabisi 11 wanita.

JAKARTA – Pengadilan Kota Baiyin di Tiongkok menjatuhkan hukuman mati kepada Gao Chenyong, pria berusia 53 tahun yang terbukti melakukan perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan mutilasi terhadap 11 wanita, Jumat (30/3). Perbuatan keji Gao, membuatnya memperoleh julukan Jack The Ripper Tiongkok.

Dikutip dari Sky News, aksi keji Gao dilakukan pada rentang waktu 1988-2002 di Kota Baiyin, Provinsi Giansu dan Kota Baotou Region Otonomi Mongolia. Korbannya rata-rata wanita berusia muda. Dalam menjalankan aksinya, Gao dengan dingin mengikuti calon korban yang hendak pulang ke rumah, kemudian ia melakukan penyerangan secara seksual, sebelum akhirnya dibunuh dan dimutilasi. Salah seorang korbannya bahkan diketahui masih berusia 8 tahun.

“Ia (Gao) telah bersimpuh tiga kali di hadapan seluruh keluarga korban dan memohon maaf. Ia menawarkan organ tubuhnya usai eksekusi untuk keluarga korban yang membutuhkan, lantaran ia tidak bisa memberikan apa-apa untuk mengganti nyawa putri mereka yang menjadi korban,” ujar Zhu Aijun, pengacara Gao.

Gao sendiri tertangkap secara tidak sengaja pada tahun 2016 di toko kelontong miliknya, meski pihak kepolisian setempat sudah mencurigainya sejak tahun 2004 silam. Awalnya, polisi menangkap kerabat Gao yang melakukan tindak kejahatan dan menganalisa DNA-nya. Sampel DNA tersebut memiliki kesamaan dengan DNA pembunuhan berantai pada 1988-2002. Polisi pun mencoba mengambil DNA Gao yang sudah dicurigai. Hasilnya, DNA Gao identik dengan sampel DNA pembunuh yang dimiliki polisi.

Hukuman mati dan julukan Jack The Ripper Tiongkok yang diterima Gao bukan tanpa sebab. Publik Tiongkok terilhami dari kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Jack The Ripper, pembunuh berdarah dingin di London Timur pada era Victoria tahun 1888. Jack The Ripper diketahui membunuh dan memutilasi 5 PSK di kawasan kumuh London dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.