Kakek Berusia 70 Tahun Mengembara di Tiongkok, Membawa Kisah Tragis

2017-09-28 13:42:44
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Qin Yu, kakek berusia 70 tahun, mengembara mengelilingi seluruh penjuru wilayah di Tiongkok. Ditemani kisah sedih dan tragis pada masa lalu. (Istimewa)

APA yang membuat kakek berusia 70 tahun tersebut rela berjalan kaki, mengembara ke berbagai penjuru di Tiongkok? Membawa kisah tragis pada masa lalu.

Di usia senja, Qin Yu, kakek berusia 70 tahun, mengembara ke berbagai penjuru wilayah di Tiongkok. Berjalan kaki, sambil membawa kisah tragis pada masa lalu. Antara cinta dan sayang kepada istri dan anak.

Perjalanan Qin Yu dianggap sebagai cinta seorang ayah yang unik untuk anaknya. Ibarat pengorbanan orangtua di seluruh dunia yang rela melakukan apapun, bahkan banyak yang menyerahkan hidup mereka. Membuat anaknya bahagia.

Qin Yu berkeliaran di jalanan Tiongkok. Dia memakai pakaian compang-camping dan kotor. Jika Anda menilai seperti apa pria ini sekarang, Anda tidak akan pernah percaya bahwa masa lalunya sangat berbeda. Cerita yang terlalu menyentuh.

Bertahun-tahun yang lalu, pria ini dengan bahagia menikah dan bekerja keras untuk menikmati kehidupan bermartabat bersama istrinya. Dia memiliki masalah kesehatan yang serius, sehingga tak bisa memberi keturunan. Lelah mencoba, mereka memutuskan untuk mengadopsi anak laki-laki, dan menamakannya Li Kun.

Li Kun mulai menunjukkan masalah sejak usia dini. Suasana hatinya kerap buruk dan tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Saat berusia 14 tahun, Kun menusuk salah satu teman kelasnya,  sebagai bentuk balas dendam, karena pertengkaran sehari sebelumnya.

Perbuatan yang dilakukan itu membuat Kun melarikan diri, entah ke mana rimbanya. Anak yang ditusuk itu selamat. Qin Yu, sebagai bapak, memberikan kompensasi. Akan tetapi, keluarga Qin Yu tidak memiliki banyak uang, sehingga memutuskan untuk menjual rumahnya.

Qin Yu dan istrinya, mulai merasakan hidup tanpa uang dan rumah. Hidup beratapkan rumah, membuat kesehatan si istri memburuk. Pada suatu hari, meninggal dunia. Setelah itu, ia memutuskan untuk berjalan.

Menelusuri seluruh penjuru negeri Tirai Bambu, untuk mencari anaknya yang telah lari. Mengembara selama sembilan tahun, sampai akhirnya menemukan seorang penjahat. Ternyata itu adalah Li Kun, si anak angkat yang telah hilang lama.

Seperti yang dikutip dari perfecto.guru, Li Kun mengaku pada ayahnya, telah hidup menjadi seorang pencuri, dan membunuh banyak orang.

Qin Yu, meski punya cinta yang besar kepada anaknya, tak mengubah pendiriannya untuk melaporkan si anak kepada pihak kepolisian. Meski membuat keputusan yang sangat sulit, namun itu merupakan benar:.

Setelah ditangkap, Li Kun menolak untuk melihat atau berbicara dengan ayahnya, karena tidak dapat membayangkan bahwa bapaknya tega berbuat seperti itu.

Sejak saat itu, Qin Yu melanjutkan perjalanannya. Mengembara, ditemani kisah tragis masa lalu, dan harapan, anaknya bisa memaafkan pada suatu hari nanti.