Kisah Gadis Kecil di Tiongkok, Rela Berkorban untuk Adiknya

2017-08-08 14:28:20
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Wang Yue saat memberikan uang kepada ayahnya, Gadis kecil di Tiongkok ini rela berkorban untuk kesembuhan adiknya, padahal sama-sama mengidap penyakit osteopetrosis. (Istimewa)

MESKIPUN penyakitnya sama, tapi rela berkorban untuk si adik. Menyampingkan pengobatannya. Kisah gadis kecil di Tiongkok ini menuai iba seantaro negeri.

Tangan mungilnya yang membawa uang recehan yang diambil dari celengan,  diberikan kepada ayahnya. Supaya bisa digunakan untuk pengobatan adiknya. Nama gadis kecil berusia 7 tahun tersebut adalah Wang Yue. Tinggal di Henan, Tiongkok.

Apa yang dilakukan gadis kecil itu membuat ayahnya tak kuat menahan haru dan air mata. Lebih mementingan kesehatan si adik daripada dirinya, padahal sama-sama menderita osteopetrosis. Agar bisa sembuh, maka harus mendapatkan donor sum-sum tulang belakang.

Menurut laporan China Press, seperti yang dikutip World of Buzz, Wang mengeluarkan semua tabungannya. Dia ingin melihat adiknya sembuh sehingga berhenti melakukan perawatan. Penyakit ini mengancam jiwa, dimana tulang menjadi sangat padat di seluruh tubuh.

Gejalanya meliputi patah tulang, produksi sel darah rendah dan hilangnya fungsi saraf kranial, yang akhirnya menyebabkan kebutaan, tuli dan kelumpuhan saraf wajah.

Kondisi Wang Yue semakin memburuk pada siang hari dan dia bisa mati kapan saja. Namun, menolak menjalani perawatan medis secara modern. Lebih memilih minum tujuh mangkuk obat tradisional Tiongkok setiap hari.

Karena dia ingin menyelamatkan adik perempuannya yang berumur satu tahun, dia rela berikan semua uang tabungannya. Wang Yue yang sekarang belajar di sekolah dasar menyadari penglihatannya menjadi kabur dan sulit untuk membaca buku.

Kabar baiknya adalah orangtuanya berhasil menemukan pendonor sumsum tulang. Orangtuanya merencanakan agar kedua anaknya menjalani transplantasi sumsum tulang. Sayangnya, biaya operasinya untuk satu anak adalah 500.000 yuan.

Biaya itu belum termasuk biaya perawatan setelah operasi. Tabungan orangtuanya sudah habis untuk menyiapkan operasi, dan menambahkan biaya dari hutang. Setelah selesai meminjam uang dari teman dan keluarga, sang ayah hanya berhasil mengumpulkan uang 200.000 yuan.

Menyadari bahwa hanya satu dari mereka yang memiliki kesempatan untuk memperoleh operasi, membuat ayah Wang Yue sedih.

Melihat itu, Wang memilih adiknya untuk mendapatkan pengobatan, dan rela tak dioperasi. Bahkan dia menambahkan biaya dari celengannya.

“Karena kita tidak bisa meminjam uang begitu banyak, saya akan segera menyerah. Saya punya beberapa tabungan di sini, gabungkan dengan uang yang Ayah pinjam untuk menyelamatkan saudara perempuan saya,” katanya.

“Saya sudah besar, tidak masalah jika saya tidak menjalani perawatan. Ini sejumlah uang yang sudah saya tabung, ambil saja,” tambahnya seraya menyerahkan uang kepada ayahnya.

Berita yang menyentuh hati ini mendapat perhatian di seluruh negeri Tiongkok. Upaya penggalangan dana pun dilakukan. Menyumbangkan uang untuk menyelamatkan dua saudara perempuan miskin. Mewujudkan impian mereka untuk tumbuh bersama. Karena Wang Yue juga dalam kondisi kritis.