Kisah Heroik Selamatkan Nenek dari Ancaman Tabrakan Kereta

2017-07-17 16:33:30
Editor : Azis Faradi | Reporter : Nurrochmansyah
Xu Qian Kai terbaring di rumah sakit. Seorang pemuda dengan kisah heroik selamatkan nenek dari ancaman tabrakan kereta api. (Istimewa)

Sebuah kisah heroik, seorang pemuda berani mengorbankan diri. Demi selamatkan nenek dari ancaman tabrakan kereta api. Ia rela hidup dengan kaki satu.

PATUT diancungi jempol! Kisah heroik seorang pemuda bekerja sebagai masinis bernama Xu Qian Kai. Selamatkan nenek dari ancaman tabrakan kereta api. Berani berkorban walaupun kehidupannya ke depan dengan kaki hanya satu.

Setiap hari pria berusia 29 tahun ini bekerja menjadi masinis untuk kereta api. Pada 6 Juli 2017, dia mengemudikan kereta menuju stasiun Chongqing, Tiongkok. Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, ia melihat seorang wanita tua berdiri di pinggir rel kereta api. Padahal jalur tersebut sudah diberi tanda larangan masuk.

Dari jauh Xu membunyikan peluit tanda bahaya, namun nenek tersebut tetap tak bereaksi. Belakangan diketahui si nenek memiliki gangguan pendengaran. Menyadari nenek itu bisa tewas tertabrak kereta api, maka Xu ambil tindakan.

Ia menarik tuas untuk mengerem, lalu lompat menggapai si nenek agar selamat dari hantaman kereta api itu. Apa yang dilakukan Xu tanpa ragu, lalu mendorong si nenek agar terhindar, dan selamat.

Akan tetapi, Xu harus rela, kaki kanannya terlindas roda kereta api. Setelah itu, ia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan  perawatan. Sayang, kaki kananya tak bisa diselamatkan, dokter ambil tindakan untuk amputasi.

Meski demikian, Xu menuai banjir pujian, apalagi setelah ungkapkan alasannya menyelamatkan si nenek. Tak ada rasa penyesalan sama sekali. “Meski saya kehilangan kaki, tapi kehidupan manusia lebih penting. Jika kejadian itu terjadi lagi, saya tetap akan melakukan hal yang sama.”

Xu bekerja di perusahaan kereta api setempat sejak 2008, setelah keluar dari dinas militer. Salah satu teman kerja Xu, menggambarkan sebagai seorang yang sederhana dan punya hati baik. Xu juga sering menghabiskan waktu untuk bekerja sukarela.

Nenek yang diketahui bernama Cai Benshan ini berterima kasih kepada Xu, dengan mengajak keluarganya untuk menjenguk.

Menurut Li Yi, Kepala Stasiun Rongchang, seluruh biaya pengobatan Xu akan ditanggung oleh perusahaan.