Kisah Inspiratif Tionghoa Cacat, Sukses Jualan Mooncake

2017-10-12 16:21:37
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Deng Liping (kanan) menggunakan kakinya dalam menjalankan segala aktivitas. Ia sukses bisnis kue, sebuah kisah inspiratif dari seorang Tionghoa dengan badan yang cacat. (Istimewa)

SEBUAH kisah inspiratif dari seorang Tionghoa yang cacat tanpa tangan. Tapi sukses melalui jualan mooncake. Ia hanya mengandalkan kedua kakinya.

Deng Liping, terlihat sibuk mengurus barang di tokonya. Ia menjual mooncake atau kue bulan. Dia memiliki kisah inspiratif, menjadi orang dewasa dengan cacat badan, tanpa kedua tangan. Apa yang dilakukan pria Tionghoa itu cukup menarik perhatian.

Selama mengurus usaha, Deng yang kini berusia 36 tahun, hanya mengandalkan kedua kakinya. Berfungsi layaknya tangan. Memainkan smartphone, mengurus pencatatan penjualan dan lain-lain. Seolah tangan yang telah hilang itu, masih ada.

Deng yang tinggal di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok ini kehilangan tangan ketika masih kecil. Saat berusia 7 tahun, dia bermain di pabrik milik militer, tangannya menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi.

Hal itu membuatnya harus rela kehilangan dua tangannya. Tak patah arang dengan kekurangan dalam hidup, ia coba melatih kakinya. Supaya berfungsi layaknya tangan normal. Melalui keinginan kuat dan kerja keras, ia berhasil menjadikan kakinya double fungsi, selain untuk berjalan, juga berperan menjadi tangan.

Pada tahun 1997, Deng menjalani beberapa pekerjaan, termasuk menjadi tenaga penjual tiket pesawat. Pekerjaan itu dilakoni selama 4 tahun. Setelah itu, ia cpoba membuka agen travel.

Usaha itu ternyata menuai sukses. Pada tahun 2004, ia mulai buka toko kue. Menjual bacon, sosis, dan ketika Mid Autumn, menyediakan berbagai jenis makanan khas. Sebut saja kue bulan, dan zongzi, pangsit berbentuk piramida yang dibungkus daun buluh.

“Biasanya dijual sebelum Festival Lentera Perahu dan Kue Bulan,” katanya seperti dikutip China Daily, Kamis, 12 Oktober 2017.

Bisnis toko kue itu ternyata berkembang. Dari penjualan kue bulan saja, dari 2011 sampai 2017 berhasil mendapatkan untung mencapai 5 juta yuan, sekitar US$ 754.387 atau setara dengan Rp 9,81 miliar.

Deng pun hidup layaknya manusia normal, memiliku istri dan anak-anak. Ia tetap semangat menjalankan hidup tanpa tangan.