Klenteng Grajen, ‘Klenteng Obat’ Dari Pecinan Semarang

Rabu, 02 Mei 2018 15:34:41
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Klenteng Grajen, Pecinan Semarang, Jawa Tengah. (Istimewa)

Klenteng Grajen di Pecinan Semarang ini diyakini umat dan warga memiliki ‘khasiat’ untuk menyembuhkan penyakit.

SEMARANG – Kawasan Pecinan Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu ikon kebudayaan Tionghoa di Indonesia. Di sini, ada beberapa klenteng bersejarah yang masih memiliki fungsi sebagai tempat ibadah. Namun, adapula klenteng berusia lebih muda, namun tidak kalah unik, yakni Klenteng Gajen.

Klenteng yang terletak di Jl. Grajen Karanglo No.203, Semarang, Jawa Tengah ini dikenal sebagai klenteng obat, lantaran diyakini umat dan masyarakat yang berkunjung, jika berdoa dan memohon berkat di Klenteng Grajen, penyakit yang diderita bisa sembuh, termasuk juga membebaskan diri dari pengaruh buruk.

Maklum saja, sebab klenteng paling muda di kawasan Pecinan Semarang ini kebanyakan berisi dewa-dewa kesehatan. Ketika masuk kita disambut oleh dua patung Dewa Pintu yaitu Qin Qiong (di sisi kanan) dan Yuchi Gong (di sisi kiri). Umat yang beribadah di sini biasanya memohon nasihat perihal resep untuk berbagai penyakit atau tentang nasib. Ada 120 macam resep dan 50 jenis nasib yang disediakan di sana.

Diantara klenteng di kawasan ini, Klenteng Grajen memiliki interior yang menarik. Kerangka kayunya masih terlihat jelas, ditambah lampu gantung klasik bergaya eropa, dengan lampion-lampion yang digantung di sekitarnya. Di atap juga terdapat tambur (bedug) yang biasanya dibunyikan saat perayaan Sen Ji (ulang tahun) atau Cap Go (imlek).

Klenteng Grajen di Pecinan Semarang ini juga sering disebut Klenteng Hian Thian Siang Tee. Tuan Rumah dari klenteng ini adalah Kongco Hian Tian Siang Tee. Sementara dewa-dewi lain yang dipuji di klenteng ini adalah, Thiang Siong Sing Boo (Dewa Penguasa Laut), Dewi Kwan Im Po Sat (Dewi Penolong yang welas asih), Hauw Tjiang Kong (tunggangan dan penjaga Dewa Bumi), Dee Yo Kong (juru kunci dari klenteng Grajen), Dji Lay Hud (wujud lain dari Sidharta Gautama), Deen Koong (Dewa Langit), Hok Tek Cing Sin (Dewa Bumi), Bi Lik (Budha Tertawa), Kwan Seng Tee Koen serta Poo Seng Tay Tee.