Kredit China Development Bank Cair, Kereta Cepat Mulai Digarap

Kamis, 03 Mei 2018 13:11:33
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Ilustrasi kereta cepat. (Istimewa)

Menteri BUMN memastikan, dana China Development Bank untuk proyek kereta cepat ini akan dicairkan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan.

JAKARTA - China Development Bank (CDB) telah menggelontorkan dana pinjaman tahap pertama sebesar US$170 juta atau setara Rp2,28 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Proyek itu dikerjakan oleh China Railway Corporation sebagai induk usaha dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), bersama dengan PT Wijaya Karya Tbk. sebagai salah satu anggota konsorsium kontraktor pembangunan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menarik pinjaman China Development Bank (CDB) hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
KCIC merupakan perusahaan patungan yang membawahi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang terdiri dari empat BUMN, yakni PT KAI, PT Wijaya Karya, PTPN VIII dan PT Jasa Marga, dengan China Railways.

Rini menyebut, penarikan dalam jumlah tersebut akan dilakukan dalam waktu dua hingga tiga bulan mendatang. Saat ini, CDB baru saja mencairkan dana pinjaman sebesar US$170 juta. "Memang targetnya 2-3 bulan ini kami akan menarik US$1 miliar. Tapi bertahap, supaya kami belum apa-apa (masa) sudah bayar bunga," ujar Rini di kawasan Halim, Jakarta, Rabu (2/5).

Lanjutnya, sebagian dana pinjaman yang sudah cair digunakan untuk membayar uang muka kepada kontraktor asal China dan kontraktor lokal. Ia berkukuh, KCIC enggan menarik dana pinjaman sebelum memang dana itu dibutuhkan. "Pada dasarnya kami akan terus tarik, tapi bertahap supaya belum apa-apa sudah bayar bunga. Kami memang hati-hati betul kalau pinjaman, kami tidak mau tarik kalau tidak butuh," terangnya.

Rini menuturkan, pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini mencapai 64,2 persen dan akan segera rampung pada bulan ini. Kondisi itu berubah dari rencana awal yang ditargetkan selesai pada akhir April. "Paling utama 22 titik ini 7 Mei selesai semua, total 142 km kami harapkan akhir Mei," sambungnya.

Ditambahkan olehnya, proyek kereta cepat yang didanai oleh pinjaman China Development Bank ini direncanakan akan diujicobakan pada akhir 2020 dan beroperasi pada Maret 2021. “Harapannya, kehadiran kereta cepat ini meningkatkan mobilisasi masyarakat dari Jakarta hingga Bandung atau sebaliknya, hingga hanya 40 menit, dengan kecepatan rata-rata kereta mencapai 350 kilometer per jam,” tutup Rini.