Menangguk Rejeki Cheng Beng Di Pemakaman Umum Tionghoa

Kamis, 22 Maret 2018 16:21:33
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Franky tengah mengecat salah satu makam pesanan langganannya. (Istimewa)

Banyak warga di sekitar pemakaman umum Tionghoa yang memanfaatkan Cheng Beng untuk mengais rejeki. Salah satu caranya membersihkan dan mengecat makam.

BELITUNG - Ferstival Qing Ming yang kalau di Belitung, Provinsi Bangka Belitung lebih dikenal dengan sebutan Cheng Beng, membawa berkah bagi warga sekitar pemekaman umum Tionghoa. Contohnya seperti di pemakaman umum Tionghoa di Pilang Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandang, Belitung.

Ya, di areal pemakaman ini, warga sekitar sering mengalap berkah dari kegiatan ziarah kubur leluhur yang dilakukan oleh warga Tionghoa. Satu di antaranya Franky, warga sekitar tempat pemakaman umum Tionghoa.

"Kami sudah lama punya kerjaan membersihkan pemakaman, biasanya jasa pembersihan kuburan ini makin ramai, saat menjelang perayaan Cheng Beng. Untuk jasa membersihkan makam kami memasang harga mulai harga Rp 150 ribu - Rp 400 ribu, tergantung besarnya makam," ujar Franky.

Lanjutnya, orang-orang yang memakai jasa pembersih makam, umumnya berasal dari luar pulau yang tidak sempat membersihkan makam. Tetapi, mereka tetap datang pada hari Cheng Beng-nya. "Kami masing-masing sudah punya langganan, biasanya seminggu sebekum ziarah mereka telpon agar makam keluarganya di bersihkan" paparnya.

Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir travel ini menambahkan, jelang Cheng Beng, ia sengaja meluangkan waktu untuk mendapatkan rejeki lebih, dengan memberikan jasa pembersihan pemakaman umum Tionghoa. "Dalam sehari bersama kawan-kawan kami mampu membersihkan dan mengecat 3 makam ukuran 5X8 meter. Lumayanlah rejeki tambahan, setahun sekali. Untuk menjaga langganan agar tak pindah orang lain, saya selalu melakukan pekerjaannya dengan maksimal, " tutup Franky.