Mengenal Seluk-Beluk Tradisi Angpao Saat Tahun Baru Imlek

Rabu, 07 Februari 2018 15:23:06
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS
Ilustrasi Angpao. (Istimewa)

Tradisi Angpao sejatinya bukan hanya saat perayaan Tahun Baru Imlek saja. Baru ada setelah uang kertas digunakan pada zaman Dinasti Ming.

JAKARTA – Menyebut Tahun Baru Imlek, tentu tidak bisa dilepaskan dari tradisi pemberian Angpao. Sejatinya, tradisi Angpao bukan hanya saat Imlek saja. Namun, pemberian Angpao saat Imlek lebih familiar. Tahukah Anda jika ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan terkait tradisi Angpao ini?

Kata Angpao berasal dari dialek Hokkian yang secara harfiah artinya bungkusan atau amplop merah. Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan pembawa hokie maupun kegembiraan. Selain Imlek, tradisi Angpao juga lazim dilakukan saat pesta pernikahan, masuk rumah baru, ulang tahun dan acara pesta lainnya.

Adapun yang berkewajiban memberi angpao pada umumnya orang yang telah berkeluarga. Sebab, dalam budaya Tionghoa pernikahan itu merupakan batasan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Di samping itu, orang yang telah menikah kebanyakan secara ekonomi pasti sudah jauh lebih mapan. Walaupun demikian bagi mereka yang belum menikah, tetapi ingin memberikan angpao, maka sebaiknya uang tersebut diberikan dengan tanpa menggunakan amplop merah.

Jumlah Uang

Jumlah uang yang diberikan dalam amplop Angpao bervariasi dan tidak ada batasan jumlahnya. Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk perhelatan yang bersifat suka cita biasanya besarnya dalam angka genap, angka ganjil untuk kematian.

Angka ‘empat’ ter-asosiasi dengan artian ketidakberuntungan, karena pelafalan angka empat (shi, 四) memiliki arti ‘mati’ (shi wang, 死亡). Oleh karena itu, jumlah uang dalam amplop Angpao dihindari menggunakan angka empat.

Walaupun demikian, angka delapan (8) terasosiasi untuk keberuntungan. Pelafalan angka delapan (8) berarti “kekayaan”. Makanya jumlah uang dalam amplop Angpao seringkali merupakan kelipatan delapan (8).

Kewajiban memberi Angpao bukan terhadap anak-anak saja, melainkan juga kepada orang yang dituakan. Pemberian Angpao pada hari Tahun Baru Imlek itu sendiri sebenarnya mempunyai makna yang lebih dikenal dengan sebutan Ya Sui, artinya hadiah untuk anak-anak dalam rangka pergantian tahun maupun pertambahan usia. Tradisi Ya Sui ini sudah dikenal sejak jaman Dinasti Ming dan Qing.

Terakhir, tradisi Angpao dalam Tahun Baru Imlek baru ada setelah jaman Dinasti Song, dimana untuk kali pertama uang kertas dipergunakan. Dan, penggunaan uang kerta baru menyebar secara resmi pada jaman Dinasti Ming. Ingat selalu, Angpao bukan dinilai dari besar kecilnya uang yang diberikan, melainkan ketulusan hati saat memberi yang berisi doa dan harapan kepada yang menerimanya.