Sembahyang Leluhur Cheng Beng Boleh Dimulai Lebih Awal

Kamis, 29 Maret 2018 13:56:50
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : M Romy
keluarga besar tokoh masyarakat Tionghoa Jambi Lie Tiong Lam saat melakukan sembahyang leluhur Cheng Beng. (M Romy)

Sembahyang leluhur Cheng Beng boleh dimulai sepuluh hari sebelum tanggal 4 April dan sepuluh hari sesudahnya. Cheng Beng sendiri jatuh setiap tanggal 5 April.

JAMBI – Dalam tradisi Tionghoa, tanggal 5 April merupakan waktu untuk melakukan tradisi Qingming atau Cheng Beng, dimana orang-orang ramai-ramai pergi ke pemakaman orangtua dan leluhur untuk melaksanakan upacara penghormatan. Jenisnya bermacam-cama, mulai dari membersihkan kubur, menebarkan kertas hingga membakar kertas yang sering dikenal dengan Gincu. Intinya adalah sembahyang leluhur sebagai bentu penghormatan.

Dikutip dari beberap sumber, perayaan Qingming atau Cheng Beng boleh dilakukan sepuluh hari sebelum tanggal 4 April dan sepuluh hari setalah 4 April, sehingga ada waktu 20 hari untuk menunaikan tanggung jawab memberi kehormatan dan peringatan kepada leluhur dan orangtua yang sudah wafat.

Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar tokoh masyarakat Tionghoa Jambi Lie Tiong Lam yang mengadakan perayaan Cheng Beng lebih awal. Sejak pagi hari, keluarga besar Lie Tiong Lam sudah menyambangi tempat pemakaman Tionghoa di Jl. Kapten Pattimura, Kota Jambi, membawa berbagai perlengkapan sembahyang, serta sesajian kesukaan orangtua dan leluhur, Selasa (27/3).

Usai sembahyang leluhur, tradisi Cheng Beng keluarga besar ini dilanjutkan di Taman Pemakaman Tionghoa Pondok Meja Jambi (占碑华人義山). “Keluarga kakak-adik ada yang datang dari Singapura, Jakarta, Batam dan Jambi. Selain itu, ada juga perwakilan keluarga yang ziarah ke beberapa makam leluhur lainnya. Ini kewajiban dan tanggung jawab kami sebagai anak-cucu keturunan untuk mengurus dan menghormati orangtua maupun leluhur yang masih hidup maupun sudah wafat,” singkatnya.