Sepenggal Kisah Hari Darmawan Merintis Matahari Departement Store

Senin, 12 Maret 2018 16:09:30
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Suasana di rumah duka Hari Darmawan. (Istimewa)

Bukan perkara mudah bagi Hari Darmawan merintis Matahari Departmen Store. Kunci suksesnya, menghadirkan konsep belanja serba ada yang modern dengan harga terjangkau.

JAKARTA - Dunia usaha Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, seiring dengan wafatnya salah satu  tokoh Ritel Indonesia yang juga mantan pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan.  Pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (10/3) lalu.

Hari Darmawan salah satu pengusaha  yang meninggalkan kisah inspiratif tentang perjuangannya menggapai prestasi hingga mampu membangun Department Store sebesar Matahari.Perjuangannya itu dimulai dari kesulitan hidup semasa kecil.

Berkecimpung di dunia usaha sejak dekade 50-an dengan membantu usaha orangtuanya yang sempat mengalami kebangkrutan, Hari muda memutuskan merantau ke Jakarta usai menamatkan SMA di tanah kelahirannya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Belum lama bekerja di Ibu Kota, pria kelahiran 27 Mei 1940 ini bertemu jodohnya, Anna Janti, putri pemilik toko serba ada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Saat menikah, Hari baru berusia 18 tahun.

Ayah dari Susiawati, Hermawan dan Susan Darmawan ini merintis bisnisnya dengan membeli toko milik sang mertua seharga Rp 1 juta dengan cara mencicil. Toko bernama Mickey Mouse tersebut menjual baju impor dan baju buatan istrinya dengan brand MM Fashion. Dari berbagai sumber,  dikisahkan toko Mickey Mouse milik Hari Darmawan dan Anna Janti menjual baju impor serta baju buatan istrinya dan kemudian diberi merk MM Fashion. Penjualan dari toko milik Hari Darmawan cukup baik, mereka memiliki konsumen tersendiri. Toko mereka memiliki saingan berat, yaitu De Zon yang terletak di sebelah toko mereka.

Toko De Zon memiliki pelanggan tetap yang rata-rata adalah pejabat serta orang kaya.Sehingga Hari Darmawan berpikir keras bagaimana bisa seperti Toko De Zon. Kesempatan besar akhirnya terbuka bagi Hari, saat suatu hari di tahun 1968 ia mendengar kabar bahwa pemilik De Zon sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga berniat menjual tokonya tersebut.Tak lama kemudian Hari Darmawan berhasil membeli toko tersebut.

Ia mengubah nama toko De Zon yang artinya 'Matahari' menjadi Toko Matahari. Di toko barunya ini, Hari Darmawan memiliki strategi penjualan yang bagus. Dengan cerdik, ia memajang produknya selengkap mungkin sehingga konsumen yang datang di tokonya bisa memilih barang yang mereka suka. Tentunya dengan kualitas yang terbaik serta harga yang termurah. Dengan konsep penjualan tersebut, Toko Matahari milik Hari Darmawan berhasil mendapatkan banyak pembeli serta pelanggan tetap.

Toko Matahari kemudian menjadi pelopor Department Store pertama di Indonesia. Delapan tahun kemudian, Hari Darmawan mulai membuka cabang tokonya di luar Jakarta yang diberi nama Sinar Matahari dan menjual beraneka ragam produk dari pakaian, alat elektronik, perhiasan, sepatu, kosmetik peralatan tulis hingga obat-obatan.

Matahari Department Store milik Hari Darmawan berkembang dengan pesat sebagai toko serba ada yang modern dan nyaris tanpa saingan pada tahun 1990an. Tak heran jika masa itu dikenal sebagai masa keemasan dari Matahari Department Store. Gencarnya pembangunan mal-mal baru di Jakarta membuat gerai-gerai baru dari Matahari bermunculan. Namun pada awal tahun 2000, ia melepas Matahari Department Store dan membangun bisnis yang bertemakan sosial enterpreneur.

Ia lebih berfokus ke bidang sosial dan membangun tempat wisata dengan nama Taman Wisata Matahari (TWM) yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Meski sosoknya kini telah tiada, tapi kisah inspiratif Hari Darmawan dengan Matahari Department Store yang dirintisnya akan selalu terkenang sepanjang masa.