Turis Tiongkok: Devisa vs Sistem Kredit Sosial

Jumat, 13 April 2018 17:08:27
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Ilustrasi turis Tiongkok di Rusia. (Istimewa)

Sistem kredit sosial diberlakukan lantaran seringnya turis Tiongkok berbuat ulah. Padahal, mereka menyumbang pemasukan wisata yang tidak sedikit.

JAKARTA – Jika tidak ada aral melintang, mulai 1 Mei 2018 mendatang Pemerintah Tiongkok akan menerapkan Sistem Kredit Sosial untuk menentukan pelayanan publik yang diterima seorang warga, sesuai dengan rating atau nilai perilakukan. Pemberlakuan aturan yang dikeluarkan oleh Komisi Reformasi dan Pembangunan Tiongkok, didasari ulah tak terpuji yang kerap dilakukan turis Tiongkok, baik saat bepergian di dalam maupun luar negeri.

Dilansir Reuters, jika warga Tiongkok melakukan tindakan tidak terpuji saat berwisata, khususnya di dalam wilayah Negara Tiongkok, maka akan dihukum dengan mendapatkan penguranagn poin sosial yang bisa menyebabkan mereka dilarang bepergian dengan menggunakan pesawat dan kereta hingga selama satu tahun.

Padahal, keberadaan turis Tiongkok bisa memberikan pemasukan yang tidak sedikit. Dilansir China National Tourism Administration, tahun lalu ada 127 turis Tiongkok yang bepergian ke luar negeri, serta 4,88 miliar turis domestik untuk tahun 2017. Nilai kapitalisasinya mencapai US$ 126 miliar atau Rp 1.734 triliun. Catatan Guiness World Record, turis asal Tiongkok pernah dinobatkan sebagai salah satu wisatawan yang paling banyak membelanjakan uang atau Greatest Spending on Tourism.

Dibalik itu semua, ada sejumlah perilaku turis Tiongkok yang kurang terpuji, baik di dalam negeri maupun saat di negara orang. Misalnya saja kelakukan seorang nenek berusia 76 tahun yang tercatat sebagai penumpang Lucky Air. Lantaran mitos yang dipercayainya, ia melakukan ritual melempar koin ke mesin pesawat, sesaat belum ia menaikinya di Bandara Anqing, Tiongkok. Tak pelak, pihak keamanan pun mengamankannya dan penerbangan sempat tertunda.

Kisah lain datang dari seorang pria Tiongkok yang menendang lonceng doa berukuran besar dan sakral saat berwisata di Chiang Mai, Thailand. Sebelumnya, ia hanya memainkan lonceng dengan tangan, hingga akhirnya dia menendang lonceng tersebut sambil melompat dan cukup kencang, lantaran posisi lonceng berada di atas.

Adapula keributan yang dibuat turis Tiongkok di Hongkong, setelah upayanya untuk memesan kamar hotel dengan kartu kredit kadaluarsa, ditolak oleh pihak hotel di kawasan Tsim Sha Tsui, Hongkong. Bukan hanya seorang, tapi ada 29 turis Tiongkok. Berkaca dari kejadian-kejadian seperti di atas, akhirnya Pemerinta Tiongkok bakal memberlakukan sistem kredit sosial mulai awal bulan depan.