Zhang Da, Bocah Inspiratif Tiongkok Perawat Sang Ayah

2017-12-22 16:08:36
Editor : Porwanto | Reporter : Oktaviani
Pada 2006, Zhang Da dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Termuda oleh Pemerintah Tiongkok. (Istimewa)

Zhang Da dinobatkan sebagai tokoh inpiratif termuda di Tiongkok 2006. Dia harus ke sekolah, bekerja, menghidupi dirinya dan ayahnya yang sakit.

Kisah Zhang Da, bocah cilik dari Provinsi Zhejiang, China patut dijadikan teladan. Pada 2001, saat usianya menjelang 10 tahun, ibunya pergi meninggalkan rumah. Setelah kepergian ibunya, Zhang Da tinggal bersama ayahnya yang sakit-sakitan dan tidak bisa berjalan. Dia harus mengambil alih semua pekerjaan rumah termasuk mencari nafkah.

Tetap Sekolah

Meski pun dalam kondisi serba kekurangan, Zhang Da tak berputus asa. Dia tak mau putus sekolah. Sebelum pergi ke sekolah ia harus merawat ayahnya terlebih dahulu. Mulai dari memberikan ayahnya makan sampai mengurus keperluan lainnya. Bahkan, karena sedikitnya persedian makanan di rumah, ia rela tidak makan.

Selama dalam perjalanan ke sekolah, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya. Seperti rumput, dedaunan, dan jamur-jamur. Namun, tak semua bisa dijadikan bahan makanan. Da menyeleksinya berdasarkan pengalaman.

Usai sekolah, agar bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Dia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya digunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan, dan sejumlah buku untuk dia pejalari.

Zhang Da anak yang cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi juga obat yang harus disuntik. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, ia mempelajari bagaimana cara menyuntik. Dia membeli buku untuk dipelajari. Kemudian dia membeli jarum suntik dan obat untuk disuntikkan kepada sang ayah.

Tokoh Inspiratif Termuda

Kehidupan dengan kondisi seperti itu dijalaninya selama lima tahun. Kegigihan dan perjuangan hidup Zhang Da menarik perhatian pemerintah setempat. Pada Januari 2006 pemerintah Tiongkok menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan tersebut disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional. Banyak orang penting seperti pejabat, pengusaha, artis, dan lainnya yang hadir. Saat pembawa acara menanyakan keinginan dan permintaan Zhan Dha, ia sempat terdiam sejenak. Namun jawaban yang keluar dari mulutnya membuat semua orang yang hadir merasa sangat terharu dan bahkan menitikkan air mata. Ia tak meminta uang ata materi lainnya. Ia hanya mengininkan satu hal, yakni ibunya kembali pulang ke rumah.

Kisah hidup Zhang Da tak hanya mengaharukan, juga bisa menjadi teladan bagi semua orang. Sikap pantang menyerah, tak pernah putus asa, kesabaran, dan kegigihannya menjalani hidup patut ditiru. Bagi Zhang Da, materi bukan segalanya, kasih sayang keluarga adalah yang tak ternilai harganya.