Danny Septriadi, Selalu Komitmen

2017-11-14 17:22:39
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Danny Septriadi, salah satu founder Danny Darussalam Tax Center (DDTC). (Dok. IndoChinaTown)

DANNY Septriadi, Founder Danny Darussalam Tax Center (DDTC) memiliki passion bidang perpajakan sejak masih sekolah.

Danny Septriadi, salah satu founder Danny Darussalam Tax Center (DDTC), lahir di Jakarta pada 1971. Pria yang akrab disapa Danny ini memiliki passion bidang perpajakan sejak masih sekolah. “Senang dengan dunia pajak. Lalu meneruskan kuliah di bidang ini,” katanya.

Setelah menyelesaikan program magister kebijakan dan administrasi pajak di Universitas Indonesia (UI), Danny memutuskan melanjutkan menimba ilmu perpajakan di Vienna, Austria. “Di sana belajar hukum pajak internasional. Saya belajar mengenai hukum pajak dari negara lain. Oleh karena itu, mempelajari pajak bukan hanya aturan domestik saja, tetapi juga menguasai prinsip-prinsip pajak yang telah diakui oleh dunia internasional,” tuturnya.

Pada Agustus 2007, bersama dengan dosennya di UI, Darussalam, mendirikan DDTC. Pada awal berdiri menempati ruko satu lantai, dibantu dua karyawan. “Tantangannya saat itu adalah bagaimana membuat DDTC dikenal orang. Kantor di ruko dan staf pun masih minim. Kami harus membangun reputasi sebaik mungkin agar bisa menjaring klien,” ungkapnya.

Dan pada Agustus 2016, tepat 9 tahun sejak berdiri, DDTC menempati ruangan seluas 1.000M2 yang terletak di Menara Satu Kelapa Gading dengan jumlah karyawan mencapai 50 orang.

Dalam menjalankan profesi sebagai akademisi dan praktisi pajak, dia memiliki tujuan. Bisa membantu masyarakat memahami pajak dengan benar untuk menghindari risiko denda pajak di kemudian hari, dengan menyediakan fasilitas ruangan training yang modern, perpustakaan terlengkap di Indonesia, serta mempublikasikan DDTC News. Yang dia kejar tak hanya keuntungan secara finansial, tetapi memberikan hasil terbaik kepada seluruh stakeholders (pemangku kepentingan).

“Bagi kami mampu menyelesaikan masalah pajak yang dihadapi pengguna jasa adalah prioritas utama. Selain itu, team work juga faktor yang penting. Kami bahkan menyekolahkan karyawan khusus untuk belajar pajak hingga ke luar negri, full scholarship,” tutupnya.