Heriandi Lim, Toleransi Amanat Pancasila

Selasa, 13 Februari 2018 14:45:30
Editor : Porwanto | Sumber : Malik Maulana
Heriandi Lim (Dok. IndoChinaTown)

Setiap warga Indonesia penting memiliki sikap menghargai, toleransi, serta memperkuat persaudaraan sesuai amanat Pancasila.

JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 tinggal beberapa hari lagi. Berbagai persiapan tak melulu soal pernak-pernik. Namun juga kesiapan hati, menjaga toleransi, dan memperkuat persaudaraan dalam menyongsong satu tahun ke depan.

Hal itu diungkap Heriandi Lim, salah satu tokoh di Pantai Indah Kapuk yang juga Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, saat menghadiri Refleksi Imlek 2569 di Gedung Eka Ria, Tambora Jakarta Barat, Senin (12/2/2018) malam.

"Saya pikir sangat penting tiap warga Indonesia untuk memiliki sikap menghargai, toleransi dan saling memiliki. Sesuai dengan amanat Pancasila," kata Heriandi yang pernah menjadi Presidum Pusat Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (HIKMABUDHI).

Pria kelahiran Mempawah, 20 Oktober 1980 ini pun dikenal ramah, enerjik, dan banyak bergaul tanpa memandang kesukuan maupun agama. Ini terbukti, Heriandi aktif di beberapa komunitas, termasuk masih dipercaya menjadi ketua RT 09 di PIK, tepatnya Kelurahan Kamal Muara.

Wawasan tentang organisasi dan kebangsaannya terasah sejak kuliah. Kala itu, Heriandi bergabung dengan salah satu organisasi kemahasiswaan, yakni Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) pada tahun 1998-2001. Dirasa belum cukup, Heriandi mencari ‘wadah’ yang lebih besar, dan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMABUDHI)  Cabang Jakarta periode 1998-2002. Karena dinilai aktif, Heriandi ditarik ke HIKMABUDHI Pusat sebagai Ketua Sumber Daya Manusia (SDM).

Beberapa tahun belakangan ini, bersama partai yang didirikan almarhum Gus Dur, Heriandi menapakkan kakinya di dunia politik. Semangat untuk menjaga toleransi pun tak tergoyahkan. “Selamat Imlek, semoga Imlek di Tahun Anjing Tanah ini bisa memperkuat persaudaran sesama anak bangsa. Karena persaudaraan itu adalah berkah baik,” ungkap pengagum Gus Dur ini.