Lebih Dekat Dengan Sosok Sutradara Film Livi Zheng

Senin, 02 April 2018 11:27:08
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS
Livi Zheng. (Istimewa)

Sebagai sutradara film, Livi Zheng yang kelahiran Blitar, Jawa Timur ini mampu menembus blantika perfilman internasional di Hollywood, Amerika Serikat.

JAKARTA – Bertepatan dengan Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret, sutradara film Livi Zheng meluncurkan film terbarunya, Second Chance yang digarap di Indonesia, namun melibatkan banyak kru berpengalaman di Hollywood yang terlibat dalam pembuatan film-film box offcie, seperi G.I Joe, the Expendables, Rambo hingga Legends Of The Fall. "Pembuatan film ini sendiri sangat unik, melibatkan ratusan warga lokal di Sukabumi. Film ini syarat dengan pesan kehidupan dan menampilkan adegan action stunt motor,” jelas Livi dalam keterangan tertulisnya.

Sejatinya, sososk Livi pun sangat unik, sebab selain sutradara dan produser, ia juga merupakan pengusaha, atlet Wushu, karateka, artis, hingga pembicara dan dosen tamu di Amerika Serikat.

Lahir di Banyuwangi, Jawa Timur pada tahun 1989, ia hijrah ke Jakarta pada usia 4 tahun, lalu hijrah ke Beijing pada usia 15 tahun dan di usia 18 tahun ia pindah ke Amerika Serikat. Di Beijing, Livi memeroleh beasiswa untuk mempelajari dunia perfilman, berkat keterampilan yang dalam seni beladiri Wushu yang dipelajari sejak masuk SMA di Beijing, Shi Cha Hai Sport School.

Lepas SMA, Livi pindah ke Amerika Serikat dan mengambil studi S-1 Ekonomi di Universitas Washington. Di sini, ia menekuni olahraga Karate yang mengantarkannya merebut berbagai prestasi, bahkan saat masuk dalam Tim Karate Negara Bagian Washington. Lebih dari 25 medali dan tropi disabetnya, baik untuk tingkat negara bagian maupun nasional (Amerika Serikat). Bahkan, ia sempat memenangi kualifikasi Federasi Karate Nasional Amerika Serikat.

“Sebetulnya passion saya sejak dulu di film. Namun, karena latar belakang keluarga banyak di bisnis, saya mengambil studi ekonomi. Tapi, saya merasa apapun yang sata pelajari, tidak pernah sia-sia,” tuturnya.

Tamat S-1, Livi melanjutkan studi S-2 dengan mengambil studi Cinematic Arts di University of South Carolina. Sementara, karirnya sebagai sutradara dimulai pada tahun 2012 silam, setelah sebelumnya skenario yang disusunnya pernah ditolak hingga 32 kali.

Hingga kini, Livi sudah memiliki empat film yang mampu menembus Hollywod, di antaranya The Empires’ Throne, Legend of The East dan Brush with Danger yang mampu menjadi Nominasi Piala Oscar 2015, bersaing dengan film-film box office semisal Hunger Games dan Interstellar.

Sebagai sutradara film, Livi Zheng tidak melupakan Tanah Air Indonesia. Tercatat ia pernah mengangkat Pencak Silat indonesia dan musik Indonesia dalam film berjudul Insight. Selain itu, ada pula film berlatar belakang Hari Sumpah Pemuda berjudul Life is Full of Surprises, dan yang terbaru, Second Chance yang mengangkat kisah sehari-hari masyarakat Sukabumi, Jawa Barat.