Lika-Liku Legenda Bulutangkis Tiongkok Huang Hua Jadi WNI

Rabu, 18 April 2018 14:49:47
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Penampilan Huang Hua bersama sang suami Tjandra Budi Darmawan saat bermain dalam Ketoprak. (Istimewa)

Sebagai legenda Bulutangkis Tiongkok, pilihan Huang Hua untuk pensiun dan menjadi WNI membuatnya dicap sebagai pengkhianat Tiongkok.

KLATEN – Generasi muda saat ini mungkin tidak ada yang mengenali sosoknya saat tampil dalam pagelarang Ketoprak bersama sejumlah warga keturunan Tionghoa lainnya, membawakan lakon Rebut Kuwasa yang disutradarai Bondan Nusantara untuk memeriahkan perayaan Imlek di Klaten, Jawa Tengah, beberapa tahun lalu. Namun, bagi generasi 90-an, sosok itu tidak asing lagi. Dia adalah Huang Hua, legenda Bulutangkis Tiongkok.

Mantan pemain peringkat 1 dunia asal Tiongkok tersebut mengantongi berbagai gelar prestisius, termasuk Juara Dunia Bulutangkis dan All England. Ia pun sempat menjadi saingan Susi Susanti. Bahkan, di Semi Final Badminton Olimpiade 1992 Barcelona, Huang Hua berhadapan dengan Susi Susanti. Di partai itu, Huang Hua kalah dan akhirnya hanya menyabet medali perunggu. Sementara, Susi Susanti sukses merebut medali emas di partai final.

Saat karirnya melesat di awal tahun 1990-an, Huang Hua memilih untuk mengundurkan diri di usia emas, 23 tahun dan menikah dengan orang Indonesia Tjandra Budi Darmawan. Bahkan, ia memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia, meski menanggung risiko dicap sebagai pengkhianat Tiongkok. Kendati, sebab lain pengunduran dirinya adalah lantaran penyakit Pankreas yang dideritanya selama 40 hari usai tampil di Olimpiade.

Sejak memutuskan menjadi WNI dan menetap di Klaten, Jawa Tengah sejak tahun 1993, wanita asal Nangning, Guangxi, Tiongkok ini memilih untuk fokus mengurus rumah tangganya, sambil membantu bisnis properti sang suami.

“Dulu suami kesulitan untuk memboyong saya. Apalagi saat itu posisi tim Indonesia dan Tiongkok masih kuat di Bulutangkis dunia. Saya merupakan aset negara Tiongkok, makanya dicap berkhinat. Karerna itu saya memilih tidak bermain Bulutangkis usai menikah,” tuturnya.

Usai menikah, Huang Hua dan Tjandra tidak langsung tinggal di Klaten, melainkan menetap di Amerika Serikat terlebih dahulu selama beberapa tahun. Di Negeri Paman Sam, Huang Hua belajar bahasa dan Tjandra sekolah di penerbangan. Kini, setelah 25 tahun hidup di Indonesia, Huang Hua sudah akrab dengan masakan Indonesia. Ia menyukai rendang, rawon, ayam goreng hingga nasi kuning.

Soal bermain Ketoprak, Huang Hua rupanya diajak sang suami untuk memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Klaten untuk tampil bersama warga keturunan Tionghoa lainnya, memeriahkan perayaan Imlek. Sang suami berperan sebagai Jagawara sementara Huang Hua berperan sebagai istri Jagawara.  Dan, untuk menunjang penampilannya dalam Ketoprak tersebut, legenda Bulutangkis Tiongkok ini rela melakukan persiapan selama 12 pekan.