Lucy Agnes, Keponakan Orang Terkaya yang Pilih Jadi Pelayan Tuhan

2017-08-21 14:22:22
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Lucy Agnes (tengah) bersama orangtuanya. (Istimewa)

NAMANYA Lucy Agnes. Siapa sangka ia merupakan keponakan dari orang terkaya di Indonesia. Pilih jalan hidup jadi pelayan Tuhan, meraih ketenangan.

Lucy Agnes, putri tunggal dari pasangan Paul dan Cecilia Darmoko, pemilik restoran Ayam Bulungan. Meskipun lahir dalam keluarga kaya raya, tapi Lucy pilih jalan hidup jadi pelayan Tuhan. Mengabdi dan menyebarkan kebaikan kepada sesama.

Sebagai pengikut Mother Teresa, Suster Lucy semakin memancarkan wajah cantik, bersih, dan kesederhanaan dalam hidup. Pilihan hidup itu bukan perkara mudah, karena jauh berbeda dengan lingkungan keluarganya.

Ibu dari Lucy yaitu Cecilia, merupakan saudara sepupu dari Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, duo orang terkaya di Indonesia, pemilik Djarum dan BCA.

Rata-rata, suster pengikut Mother Teresa, sanggup hidup menggunakan dua set pakaian untuk kesehariannya. Bergaul dengan kaum miskin, untuk memberikan cahaya Tuhan. Seperti yang dikutip dari Alumnimaterdei, Lucy mengaku bahagia dengan menjadi suter.

Kebahagian dirasakan, dapat mendampingi orang yang akan meninggal dunia, membantu dengan doa. Bahkan tak pernah ragu membantu orang terkena penyakit, meskipun ia memgang belatung di tubuh yang luka.

Suster Lucy memiliki nama lahir Maria Donna Dewiyanti Darmoko. Menyelesaikan pendidikan master di Amerika Serikat dan Australia. Kelahiran Kudus, Jawa Tengah ini tertarik sebagai pelayan Tuhan, ketika berlibur ke Hong Kong.

“Awalnya saya sangat terganggu dengan melihat begitu banyak tunawisma di jalanan Hong Kong. Sedang meringkuk, sakit dan kotor. Insting emosional pertama saya adalah melarikan diri saat melihat mereka dan saya akan muntah,” katanya seperti dikutip dari KBKK Indonesia.

“Saat saya meninggalkan orang-orang ini, sesuatu membuat saya melambat, seolah-olah dia menyuruh saya kembali kepada mereka. Untuk melakukan sesuatu yang baik untuk orang-orang yang tidak beruntung itu,” tegasnya.

Setelah itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Misionaris Cinta Kasih. Awalnya pilihan itu mendapatkan tentangan dari keluarganya. Akan tetapi, itu tak menyurutkan niat dan langkahnya menjadi pelayan Tuhan.

Kini melalui Misionaris Cinta Kasih di Indonesia, semakin leluasa melakukan pelayanan kepada orang yang kurang beruntung dengan membawa cayaha Tuhan. Melakoni dengan sunyi, tanpa publisitas, meskipun sebagai bagian dari keluarga kaya raya.