Mengenal 14 Prinsip Xi Jinping

Rabu, 11 April 2018 14:13:47
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Istimewa)

Kendati saat diluncurkan tahun lalu 14 prinsip Xi Jinping belum memiliki nama resmi, namun imbasnya bisa berpengruh terhadap budaya politik partai.

JAKARTA – Kali pertama dicetuskan oleh Xi Jinping pada Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok pada 18 Oktober 2017 silam, 14 prinsip yang disampaikannya diyakini sebagai pemikiran sosialisme dengan karakteristik Tiongkok untuk Era Baru. Awalnya, prinsip ini tidak memiliki nama saat disebutkan. Namun, perlahan implementasi dan dampaknya mulai bisa dirasakan. Berikut 14 prinsip yang dicetuskan Ji Xinping.

1.Kepemimpinan Partai. Xi Jinping meyakini, kepemimpinan partai bersifat mutlak dan harus diikuti dan dipatuhi dalam semua bidang pekerjaan. Apakah itu politik, pemerintahan, militer, kesehatan hingga pendidikan. Partai menjadi acuan dan pemimpin di semua bidang itu.

2.Pendekatan Terhadap Rakyat. Xi Jinping meyakini masyarakat merupakan kekuatan fundamental yang menentukan masa depan partai dan negara. Karenanya, Xi Jinping mengajak partai untuk memegang teguh prinsip dan visi melayani masyarakat melalui pemerintahan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

3.Reformasi Komprehensif. Xi Jinping memandang perlu untuk melakukan reformasi komprehensif untuk memajukan dan mengembangkan Tiongkok. Caranya, melalui sosialisme dan keterbukaan. Untuk itu, ia memandang perlu memajukan sosialisme dan mengembangkan marxisme.

4.Ide Baru Pembangunan. Untuk menjadinya Tiongkok sebagai negara yang unggul, Ji Xinping meyakini perlu adanya ide baru pembangunan yang harus dipatuhi, dengan bersandar pada pengembangan ilmiah, inovatif, terkoordinasi, hijau, terbuka dan kebersamaan. Karena, pembangunan adalah kunci dan pondasi untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada.

5.Lembaga Perwakilan. Xi Jinping memandang perlu sosialisme berkarakter Tiongkok. Karena itu, perlunya dikembangkan lembaga keterwakilan yang mengombinasikan kepemimpinan partai dan penguasa negara. Karena itu, dipandang perlu untuk menyempurnakan sistem kongres rakyat, konsultasi politik multi partai yang dipimpin komunis, otonomi dan pemerintahan yang mengacu akar rumput.

6.Aturan Hukum. Untuk mewujudkan sosialisme berkarakter yang dicetuskannya, Xi Jinping menilai perlunya prinsip pemerintahan komprehensif berlandaskan hukum, sebagai esensi dan jaminan penting.

7.Nilai Sosialis. Mematuhi marxisme dan menumbuhkan cita-cita ideal komunis dengan karakteristik Tiongkok, menjadi kunci untuk membangun bangsa dan negara. Karena itu, wajib mengolah dan mempraktikan nilai-nilai dasar sosialis, memperkuat inisiatif dan hak bicara di bidang ideologis.

8.Kesejahteraan Sosial. Poin ini dianggap penting oleh Xi Jinping, lantaran meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan pemerintah. Caranya, membangun Tiongkok yang aman, memperkuat dan berinovasi dalam pemerintahan sosial, menjaga kerukunan dan stabilitas nasional.

9.Selaras Dengan Alam. Xi Jinping meyakini, manusia harus selaras dengan alam. Karena itu, wajib untuk menjunjung tinggi kebijakan nasional yang bersandar pada konservasi alam dan perlindungan lingkungan.

10.Keamanan Nasional. Untuk menjamin terlaksananya pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Xi Jinping menilai perlu menjalani konsep kemanan nasional yang komprehensif.

11.Kewenangan Partai atas Tentara. Kepemimpinan mutlak partai atas tentara harus dipatuhi.  Disamping mematuhi pembangunan angkatan bersenjata melalui kerja-kerja apolitik.

12.Persatuan Nasional. Persatuan nasinonal dengan Hong Kong dan Makau diniai perlu, guna mewujdukan kemakmuran dan stabilitas jangka panjang, sekaligus mewujudkan kembali persatuan nasional.

13.Mewujudkan Impian. Impian orang Tiongkok menurut Xi Jinping sama dengan orang kebanyakan di dunia. Selain itu, mimpi Tiongkok menurutnya tidak bisa dilepaskan dari dunia internasional yang damai dan stabil.

13.Disiplin Patai. 14 Prinsip Xi Jinping ditutup dengan penekanan terhadap disiplin partai dengan memperkuat pengawasan internal. Ini untuk mendukung budaya politik partai yang positif dan sehat. Serta selalu mempertahankan hubungan partai dengam masyarakat.