Mengenal Sisi Aktivis Sosial Anne Avantie

Jumat, 09 Maret 2018 16:12:06
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Anne Avantie. (Istimewa)

Memulai kegiatan sosial pada tahun 2002 di kota kelahirannya, Semarang, Jawa Tengah. Anne sejatinya tidak ingin dianggap sebagai aktivitas sosial. Hanya membantu sesama.

JAKARTA – Sosok perancang busana kebaya yang satu ini bukan hanya terkenal di Indonesia, tapi juga sudah kesohor di jagad internasional. Tidak heran, sebab berbagai rancangan wanita kelahiran Semarang ini juga digunakan oleh sejumlah Ratu Kecantikan Dunia atau Miss Universe yang bertandang ke Indonesia. Dialah Anne Avantie. Namun, siapa sangka jika dia juga menjadi aktivis sosial.

Ya, dibalik sederet kesuksesannya di dunia fashion, buah hati Hari Alexander dan Amie Indriati yang keturunan Tionghoa ini juga menjadi aktivis sosial yang dimulai pada tahun 2002 silam dengan mendirikan Wisma Kasih Bunda berkolaborasi dengan RS St. Elizabeth Semarang untuk penderita Hydrocephalus yang kurang mampu.

Berikutnya, lewat Yayasan Anne Avantie, wanita energik ini, juga membantu kaum difabel dan berekebutuhan khusus kursi roda, walker, kruk dan juga tongkat untuk para tuna netra. "Lewat kiprah saya memberikan bantuan kepada yang membutuhkan merupakan salah satu upaya saya berupaya memanusiakan manusia dengan jalan yang manusiawi. Kami terus akan ber bagi, ini bukan janji, tapi komitmen kami, ” ujar Anne Avantie ketiga membagi-bagi kursi roda di gelaran Cap Go Meh dan HUT Boen Hian Tong pada awal Maret lalu.

Terhitung mulai tahun 2005, banyak juga  penderita Astreni Ani, Tumor, Labiopalataschisis, Bibir Sumbing dan penderita cacat lainnya yang datang untuk mendapatkan pertolongan ke Yayasan Anne Avantie.

Selain itu, Anne Avantie juga banyak menggelar berbagai  pelatihan dan workshop ketrampilan dan kewirausahaan untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, penjahit, hingga ibu rumah tangga. Selain aktif mengadakan program subsidi silang dan pelatihan gratis, Anne juga sering diminta untuk menjadi nara sumber  berbagai acara.Pada tahun 2004, 2005, dan 2008, Ibu Negara, Ny Any Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan "Kartini Award" kepada Anne.

Wanita yang memiliki nama asli Sianne Avantie ini  menikah dengan Yoseph Henry memiliki 3 orang anak, yaitu Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo dan Ian Tadio Christoga Susilo. Menariknya lagi, selain sebagai aktivis sosial, Anne Avantie juga memiliki kiprah dan kontribusi dalam mengembangkan industri kecil di Indonesia. Pada tahun 2008 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, Meutia Hatta menganugerahi penghargaan  penghargaan kepada Anne sebagai ‘Wanita Indonesia Bisa’ atau ‘Indonesian Woman Able’.