Nelson Tansu, Ilmuwan Amerika Keturuanan Tionghoa Medan

2017-08-14 13:35:58
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Nelson Tansu (Istimewa)

NAMA Nelson Tansu cukup ternama, sebagai salah satu ilmuwan muda di Amerika. Ia merupakan keturunan Tionghoa dari Medan. Seperti apa?

Nelson Tansu lahir di Medan pada 20 Oktober 1977. Dia merupakan akademisi, ilmuwan sekaligus peneliti nanoteknologi dan optoelektronika di Amerika Serikat. Ia merupakan keturunan Tionghoa dari Medan, Sumatera Utara.

Mulai terlibat dalam dunia akademik saat menjadi tenure-track asisten profesor di Universitas Lehigh. Waktu itu usianya masih sangkat muda yaitu 25 tahun.

Jabatan itu dia peroleh setelah menyisihkan 300 gelar doktor. Riset dari penyuka makanan padang ini dalam bidang fisika terapan terutama semikonduktor, nanoteknologi, dan fotonika.

Dari 2007 sampai 2009, ia menjadi Peter C. Rossin Assistant Professor di Universitas Lehigh. Setelah itu Tansu dipromosi menjadi Associate Professor di Universitas Lehigh, Amerika Serikat.

Nelson Tansu merupakan putra kedua dari pasangan Iskandar Tansu dan Auw Lie Min. Ia menyelesaikan pendidikan dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di Yayasan Perguruan Sutomo 1 Medan.

Nelson melanjutkan pendidikan sarjana sampai program doktor di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika.

Meskipun Nelson sering mengimplikasi kesuksesannya dalam menempuh karier sebagai akademisi di Negeri Paman Sam, dia tetap mengungkapkan diri sebagai putra Indonesia.

Karya profesor termuda di negeri paman sam ini yang terkenal hingga ke seluruh dunia adalah sistem H-indeks dan Citasi.