Sepak Terjang Lin Che Wei, dari Keuangan hingga Seni

2017-12-13 15:47:27
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Lin Che Wei. (Istimewa)

SEPAK terjang Lin Che Wei dibidang keungan sudah tak diragukan lagi, kini dirinya disibukkan dengan dunia seni.

Siapa yang tak kenal dengan Lin Che Wei. Namanya berkibar dibidang keuangan. Kelahiran Bandung, 1 Desember 1968 ini mengawali kariernya sebagai analis keuangan dibeberapa perusahaan asing, seperti WI Carr, Deutsche Bank Group dan Société Générale.

Kepiawaiannya dibidang analisis membawa dirinya menyabet penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), karena analisisnya yang kontroversial mampu membongkar skandal Bank Lippo.

Suami dari Syenny Setiawan ini juga merupakan menerima penghargaan Indonesia Best Analyst dari AsiaMoney Magazine dan The Most Popular Analyst Award pada 2002 dan 2004.

Lin Che Wei pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dari Danareksa (Perusahaan Investment Banking terbesar milik Pemerintah Indonesia) dari 2005 hingga pertengahan 2007.

Dia pun pernah terlibat di pemerintahan. Sejak Agustus 2007 hingga 2008, Lin Che Wei menjabat sebagai CEO dari Sampoerna Foundation, sebuah yayasan pendidikan yang didirikan oleh Putera Sampoerna. Kemudian, dia mendirikan perusahaan di bidang corporate advisory and research di bawah bendera PT Independent Research Advisory Indonesia.

Bersama Metta Dharmasaputra, Heri Susanto, Ade Wahyudi,  pada 2012, Lin Che Wei mendirikan Katadata, sebuah media online dan riset dibidang ekonomi.

Sejak 2013, Lin Che Wei menjadi CEO PT Pembangunan Kota Tua Jakarta yg bertugas merevitavilasi bangunan di Kota Tua Jakarta. Lie Che Wei juga menjabat sebagai Oversight Comittee PT Pelindo II (Persero).

Sejak 2014, Lin Che Wei menjadi Policy Advisor (anggota Tim Asistensi) dari Menko Perekonomian Sofyan Djalil. Kemudian menjadi Policy Advisor Menteri PPN/Bappenas dan policy advisor Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Terkini,  Direktur Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) ini juga disibukkan dengan dunia seni rupa. Sering membuka berbagai pameran seni rupa.

Menurut Lie Che Wei, karya seni masterpiece akan menggenapi hubungan sakral dan kolaborasi seniman dengan Sang Pencipta.

Dalam karya seni, lanjut Lie Che Wei, bukan temanya yang penting, tetapi kualitas senimannya. “Yang lebih penting lagi adalah karya seninya,” ujar Lie Che Wie pada Indochinatown,  usai membuka sebuah pameran seni rupa ‘Sawang Sinawang’ Pemandangan di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.