Ada Desa Bali di Pulau Hainan

Selasa, 17 April 2018 11:47:28
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Salah satu sudut Desa Bali di Pulau Hainan, Tiongkok. (Istimewa)

Sering disebut sebagai Bali dari Tiongkok, kontur dan alam Pulau Hainan memang mirip dengan Bali. Bahkan, ada Desa Bali di pulau ini.

JAKARTA – Menyebut nama Pulau Hainan, orang Indonesia yang pernah mengunjunginya pasti menyebut pulau ini mirip dengan Pulau Bali. Ada begitu banyak alasan kenapa Pulau Hainan dibilang mirip dengan Pulau Bali.

Memiliki luas 34.438 kilometer persegi, pulau yang merupakan provinsi paling selatan Tiongkok ini berbatasan langsung dengan Vietnam. Kontur kepulauannya hingga iklim di sini mirip dengan Bali. Ada pantai, pegunungan hingga alam pedesaan, persis seperti yang dimiliki oleh Bali. Dan, di tahun 2008 lalu Hainan ditetapkan sebagai pulau pariwisata, sama seperti Bali. Jika Bali memiliki pusat administrasi di Denpasar dan pusat wisata di Kuta, Hainan memiliki Haikou sebagai pusat administrasi dan Sanya sebagai pusat wisata.

Jika Bali memiliki danau legendaris, Danau Batur, maka Hainan memiliki Tian Chi atau Danau Surga yang terletak di kawasan Taman Nasiional Jianfengling, tak jauh dari Kota Sanya. Pun demikian dengan sumber mata air panas. Bila Pulau Dewata memiliki 6 sumber air panas di wilayah Buleleng dan Tabanan. Pulau Hainan tidak tanggung-tanggung, ada 34 titik sumber air panas yang kaya dengan mineral alami.

Pun demikian halnya dengan keberadaan pantai-pantai yang indah. Sebagai pulau eksotis, Hainan dan Bali sama-sama memiliki sejumlah pantai yang indah dan menjadi magnet wisatawan. Jika Bali memiliki Pantai Jimbaran, Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Sanur, Pantai Karma Kandara hingga Tanah Lot dan banyak lagi lainnya. Haian memiliki Yalong Bay, Boao Bay, Riyue Bay, Dadonghai Bay, Shimei Bay, Sanya Bay, hingga Tianya Haijiao Bay.

Bahkan, Hainan memiliki sebuah wilayah yang dinamakan sebagai Desa Bali. Ya, sebuah wilayah yang kental dengan nuansa Bali dan mayoritas penduduknya merupakan warga Tionghoa asal Indonesia yang ‘ditampung’ di pulau ini bersama dengan warga Tionghoa dari berbagai negara di Asia Tenggara pada tahun 1960-an.

Berasal dari Indonesia, mereka turut membawa budaya Indonesia, mulai dari kebiasaan adat hingga arsitektur bangunan, termasuk pula kuliner. Memasuki kawasan Desa Bali, wisatawan disambut dengan Candi Bantar khas Bali, suasananya pun mirip pedesaan di Bali, lengkap dengan tanaman khas Indonesia seperti Nangka, Leci, Belimbing dan Kelapa. Bahkan, Anda juga bisa menemukan lokasi pembuatan Kue Semprong di Desa Bali, serta menikmati hiburan beragam budaya Indoensia.

Karena didesain sebagai kota wisata dan belakangn tengah serius menggarap pasar wisatawan dari Indonesia untuk datang ke Pulau Hainan. Pemerintah setempat membuat berbagai program pariwisata menarik, satu di antaranya dengan membuat peraturan petugas di Desa Bali mengenakan seragam kan bercorak batik khas Bali, serta menyiapkan pemandu wisata lokal yang fasih berbahasa Indonesia.

Sejatinya jauh sebelum ada Desa Bali, Pulau Hainan memiliki citra yang kurang positif. Dilansir BBC Travel, pulau ini menjadi tempat pembuangan para penentang kekaisaran Tiongkok ratusan tahun silam. Di era 1960-an, pulau ini menjadi penampungan warga Tionghoa dari Indonesi yang terusir akibat kebijakan pemerintah orde lama. Memasuki periode 1990-an, Pulau Hainan menjadi tempat pengasingan tahanan politik di Tiongkok. Sangat berbeda dengan Pulau Bali. Penasan?