Bertandang ke Vihara Buddha Mendut Di Candi Mendut

Selasa, 20 Maret 2018 16:18:43
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Vihara Buddha Mendut yang sejuk dan tenang. (CHC Saputro)

Kebanyakan wisatawan fokus pada Candi Mendut. Padahal, Vihara Buddha Mendut pun tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

MAGELANG – Candi Mendut merupakan satu dari tiga rangkaian candi peninggalan kerajaan Buddha di Indonesia dan terkait secara historis yang ada di Kota Magelang, bersama dengan Candi Borobudur dan Candi Pawon. Selain menjadi tujuan wisata, tepat di sebelah candi ini terdapat Komplek Vihara Buddha Mendut, tempat para Biksu dan Biksuni berkumpul dan belajar mengenai Agama Buddha.

Kompleks Vihara ini terdiri dari beberapa tempat ibadah, perpusatakaan umum dan taman yang bisa diakses pengunjung, serta asrama khusus bagi para biksu dan biksuni. Ikon lain Vihara ini adalah, adanya beberapa patung Buddha dalam beberapa bentuk, mulai dari Buddha tidur hingga Buddha paling kurus yang jarang ditemukan di tempat lain.

Di halaman vihara ini juga bisa ditemukan  sebuah pohon langka yang bunganya sangat unik, yakni Bunga Sal atau Canonball Flower. Perlu diketahui, tidak semua tempat ibadah umat Buddha memiliki bunga ini. Bunga Sal sangat unik, kelopaknya tebal dengan benang sari berwarna oranye yang menjulur dari batang sarinya yang mirip dengan kaki ubur-ubur. Tidak seperti bunga tumbuhan lainnya, Bunga Sal ini muncul di ranting-ranting pohon dan menebarkan wangi lembut yang khas.

Keberadaan Vihara Buddha Mendut di samping Candi Mendut, menguatkan nuansa Buddha candi ini, dibandingkan dengan Candi Borobudur dan Candi Pawon. Meski, Candi Borobudur lebih dikenal dan menjadi tempat penyelenggaraan puncak Upacara Waisak. Untuk diketahui, Upacara Waisak selalu diawali dari Candi Mendut, kemudian ke Candi Pawon dan puncaknya berlangsung di Candi Borobudur. Ketiga candi ini berada dalam satu garis lurus dari timur ke barat dengan urutan, Candri Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur.