Indahnya Pantai Goa China Di Kabupaten Malang

Rabu, 02 Mei 2018 17:00:17
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Pantai Goa China di Kabupaten Malang. (Istimewa)

Keindahan alam Pantai Goa China sayang untuk dilewatkan. Kendati, pantai-pantai di Kabupaten Malang bagian selatan terkenal memilik ombak yang ganas.

MALANG – Keindahan Pantai Goa China yang berlokasi di Dusun Tumpak Ayu, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing, Kabupaten Malang, Jawa Timur tidak perlu diragukan lagi. Nam asli pantai ini adalah Pantai Rowo Indah. Namun, karena pernah terjadi peristiwa kematian seorang Biksu China yang sedang bertapa di dalam goa yang ada di kawasan pantai ini, nama Rowo Indah kalah popular dibandingkan dengan  nama Goa China yang digunakan sampai sekarang.  Memang tak ada catatan resmi tahun berapa tragedi itu terjadi.  Konon, namun warga sekitar pantai meyakini peristiwa tersebut terjadi sekira 20 tahun silam.

Lokasi pantai ini dekat dengan Pantai Bajulmati, jaraknya hanya sekia 15 menit. Aksesnya pun sangat mudah karena melewati jalur lingkar selatan (JLS) dengan aspal yang mulus. Terdapat petunjuk arah dan rambu yang akan memandu pengunjung untuk menuju lokasi. Tetapi Anda harus tetap berhati-hati karena jalannya berkelok-kelok dan berada di sisi jurang.

Sebelum memasuki Pantai Goa China, kita akan melewati jembatan Bajulmati yang berada di atas muara laut ersebut. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar sekitar 20 meter untuk dua jalur. Arsitekturnya cukup bagus dengan tiang melengkung di tengah jembatan dengan posisi membujur. Ketinggian tiang mencapai 20 meter. Model jembatan ini khas sekali sehingga cukup artistik.

Jarak sekitar satu kilometer ke arah timur dari jembatan itu, terdapat pintu masuk menuju Pantai Goa China. Namun sayang, akses dari JLS menuju Pantai Goa China agak susah, sekitar 500 meter jalan rusak parah. Jalannya sebenarnya cukup lebar, namun karena jalan dari tanah tidak rata dan banyaknya bebatuan kapur. Apalagi ketika tergenang hujan, jalan cukup lembek dan licin.

Namun sulitnya medan itu sebanding dengan panorama alam yang disajikan Pantai Goa China. Tiket masuk Pantai Goa China sebesar Rp 4.000 dan parkir kendaraan sebesar Rp 5.000. Meski pantai ini tidak terlalu luas, namun keberadaan tiga pulau yang berada di tengah-tengah pantai membuat pandangan lebih indah. Tiga pulau itu adalah Pulau Bantengan, Pulau Goa China dan Pulau Nyonya.

Sejumlah pohon yang tumbuh di pinggir pantai, menjadikan kawasan sekitarnya cukup asri dan teduh. Keberadaan goa di pantai ini terletak di sisi kanan pantai sekitar 50 meter dan berada di bukit karang. Goa tersebut sebenarnya tidak begitu bagus, hanya rongga biasa yang menjorok sekitar delapan meter dengan ketinggian sekitar dua meter. Siapa pun bisa dengan mudah masuk. Ruangan di dalamnya juga cukup lebar, bisa untuk dua orang berjalan beriringan. Lebarnya kira-kira dua meter. Meski namanya goa, tetapi tidak terlihat batu-batu stalaktit maupun stalakmit. Jadi, goa ini lebih tepat disebut sebagai rongga yang ada di dalam karang. Meski begitu, goa ini terlihat memiliki nilai magis yang kuat.

Selain popular dengan keberadaan goanya, pantai ini juga menyajikan fenomena alam yang langka, yakni terjadinya gelombang bersimpangan tidak keruan dari tiga arah, selatan, timur dan barat. Arus gelombang itu selalu bertabrakan di antara Pulau Bantengan dan Pulau Nyonya. Karena arus gelombang yang bertabrakan demikian kuat, sehingga memunculkan suara bergemuruh. Inilah salah satu fenomena alam yang cukup langka pantai di Malang Selatan.  Karena besarnya ombak, tidak ada perahu nelayan yang berani bersandar di pantai ini. Kawasan Pantai Goa China ini hanya menjadi jalur lalu lintas para nelayan dari segala penjuru menuju Pantai Sendangbiru yang masih terletak di Kabupaten Malang. Kendati demikian, fasilitas pendukung wisata di pantai ini cukup lengkap, mulai dari warung makan, mushala, masjid, kamar mandi hingga tempat parkir yang luas.