Keindahan Dunia Biru Bernama Hoh Xil

2017-08-11 15:25:32
Editor : Azis Faradi | Sumber : Shanghai Daily
Keindahan dunia biru bernama Hoh Xil. Destinasi wisata sekaligus warisan budaya dunia, berdasarkan pengakuan UNESCO. (Istimewa)

SALAH satu destinasi yang wajib dikunjungi saat melancong ke Tiongkok adalah Hoh Xil. Menikmati keindahaan dunia biru di negeri merah, seperti apa?

Mendapatkan julukan sebagai tanah yang murni. Kadang juga disebut blue world atau dunia biru. Menawarkan keindahan alami, karya Sang Pencipta. Namanya Hoh Xil, berada di prefektur otonomi Tibet di Yushu, Provinsi Qinghai, Tiongkok barat laut.

Hoh Xil, selain salah satu destinasi wisata, juga salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh badan dunia UNESCO. Maka dari itu, Hoh Xil menambah jumlah warisan dunia di Tiongkok. Saat ini sebanyak 51 masuk situs, terbanyak di dunia, bersama Italia.

Area yang masuk dalam dunia biru menurut pengakuan UNESCO mencakup sekitar 6 juta hektare, termasuk wilayah inti seluas 3,7 juta dan 2,3 juta hektare. Bukit di Hoh Xil, rata-rata memiliki ketinggian lebih dari 4.600 meter di atas permukaan laut.

Ini menjadikannya habitat ideal bagi sekitar Tibet. Tempat ini juga merupakan rumah bagi sekitar 230 spesies satwa liar, termasuk kijang Tibet dan hewan liar lain.

dunia biru hoh xil

Hoh Xil, termasuk pegunungan vulkanik. Dikelilingi oleh gunung berapi, yang bisa kapan saja meletus, memuntahkan lahar panas. Penjagaan wilayah ini juga termasuk berbahaya, karena terbukti, beberapa penjaga ditemukan tewas.

Biro Administrasi Cagar Alam Hoh Xil mempekerjakan lebih dari 70 orang. Melakukan patroli keliling, sambil melindungi binatang liar. Sebelum mendapatkan perhatian pemerintah, Blue World menjadi ladang berburu antilop Tibet, terutama pada era 1980-an.  

“Periode paling gila, pemburu membawa truk ke Hoh Xil, dan membantai binatang liar,” kata Luo Yanhai, Wakil Kepala Biro Kehutanan. “Hewan liar dikuliti dan tubuh mereka dibuang ke mana-mana.”

Pada tahun 1996, pemerintah mulai menjadikan sebagai cagar alam, supaya mudah melindungi hewan yang ada. Pada Oktober tahun lalu, pemerintah menerapkan hukum khusus melindungi warisan dunia itu.

“Saya bangga dengan tanah ini. Saya akan melanjutkan tugas melindungi gunung ini di masa depan,” kata Chuenpen, anak mantan penjaga Hoh Xil.