Makna Kepiting di Atap Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

2017-10-26 14:51:22
Editor : Porwanto | Reporter : Hendro Wibowo
Rombongan Mataram Yogya Hash berwisata ke Klenteng Kwan Sing Bio. (Istimewa)

Kepiting secara simbolis bermakna memberi perlindungan pada Klenteng Kwan Sing Bio dan umatnya dari pengaruh unsur-unsur jahat.

 

Klenteng Kwan Sing Bio terletak di Jalan R.E. Martadinata No. 1 Karangsari, Kecamatan tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Klenteng ini merupakan tempat ibadah bagi umat tridarma. Meski terletak di Tuban, sebuah kota kecil di Jawa Timur, namun keindahan dan keunikannya telah mengundang banyak umat Tridarma dari berbagai kota. Bahkan ada yang datang dari luar Pulau Jawa dan luar negeri untuk datang dan bersembahyang.

Bahkan bukan hanya umat tridarma saja yang datang untuk bersembahyang, masyarakat umum pun sering berkunjung ke klenteng yang terletak di  itu. Salah satunya adalah Ellyn Subiyanti.

Datang bersama rombongan Mataram Yogya Hash, Ellyn mengaku senang bisa berwisata ke Klenteng Kwan Sing Bio ini. “Apalagi ini adalah kunjungan saya yang pertama ke sini. Klenteng ini sangat bagus. Sangat indah. Banyak sekali patung-patung dewa di halaman kelenteng ini. Lukisan-lukisannya juga bagus-bagus,” katanya kepada Indochinatown.com.

Ellyn menjelaskan, “Dewa yang disembah di sini, tuan rumahnya adalah Dewa Kwan Kong. Itulah sebabnya klenteng ini disebut Kwan Sing Bio, sebab Kwan Kong itu nama lainnya adalah Kwan Sing Tee Koen. Jadi Kwan Sing Bio ini adalah tempat untuk memuja Dewa Kwan Kong,” katanya.

Berbeda dengan klenteng lainnya yang umumnya berhiaskan naga di atapnya, Klenteng Kwan Sing Bio unik karena dihiasi dengan kepiting. Konon, lokasi kelenteng yang dibangun pada abad 18 ini dulunya adalah daerah tambak yang banyak kepitingnya. Kepiting secara simbolis dipercaya memberi perlindungan pada klenteng dan umatnya dari pengaruh unsur-unsur jahat sekaligus mengusirnya.

Selain kepiting, makna-makna simbolis tentang nilai-nilai kehidupan juga banyak terdapat pada hiasan satwa, relief, patung, lukisan dan sebagainya. Di klenteng ini ada Taman Dua Naga, ada bangunan Sembilan Gada Suci untuk menyimpan bendera dan panji-panji, barongsai, dan liang-liong khusus untuk persembahyangan dan pemujaan Dewa Kwan Kong. Ada juga ruangan luas dengan relief-relief yang mengisahkan Legenda Delapan Dewa (Pat Sien).

“Setiap hari banyak umat yang datang ke sini untuk bersembahyang. Umat datang dari mana-mana, bahkan dari luar negeri juga. Di klenteng ini disediakan penginapan dan makanan vegetarian gratis. Dan biasanya akan mencapai puncaknya saat sejit (ulang tahun) Kongco. Tempat ini akan penuh sesak. Apalagi kalau ada jutbio (kirab). Banyak klenteng dari luar kota datang ke sini. Suasananya sangat meriah,” katanya mengakhiri perbincangan.