Vihara Seribu Patung, Ikon Wisata di Tanjungpinang

2017-11-21 16:41:03
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Vihara Seribu Patung. (Istimewa)

TAK hanya tempat beribadah umat Budha, kini Vihara Seribu Patung juga menjadi ikon wisata di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Pada awal berdiri Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau Vihara Seribu Patung ini diperuntukkan sebagai tempat ibadah umat Budha. Tidak terbuka untuk umum. Kini, vihara yang terletak di Jalan Nusantara, km 14, Tanjungpinang, Kepulauan Riau ini terbuka untuk umum dan menjadi ikon baru wisata di Tanjungpinang.

Untuk menuju vihara ini, dari Kota Tanjungpinang harus melalui Jalan Nusantara yang mengarah ke barat menuju perbatasan kota. Sekitar satu kilometer sebelum memasuki perbatasan Kabupaten Bintan, terdapat jalan masuk ke kanan, yakni Jalan Asia Afrika kilometer 14. Di ujung Jalan Asia Afrika, Anda tinggal berjalan kaki menanjak mengikuti kontur bukit untuk memasuki komplek Vihara.

Vihara ini dikenal masyarakat dengan Vihara Seribu Patung, karena banyaknya patung di vihara ini. Terdapat 500 patung lohan dengan berbagai ekspresi wajah dan 40 lebih patung dewa-dewa dalam kepercayaan Budha. Menjadi keunikan vihara ini. Seluruh patung kabarnya dibuat oleh seniman dari Tiongkok.

Patung di vihara ini rata-rata memiliki ketinggian sekitar 1,8 meter hingga dua meter. Patung terpendek memiliki tinggi 1,7 meter. Semua patung tersusun rapi membentuk setengah lingkaran dengan warna yang seragam. Harga satu patung mencapai Rp 25 juta dan bergarasi selama 500 tahun.

Keunikan lain dari vihara ini adalah meskipun digunakan sebagai tempat ibadah umat Budha, namun banyak agama lain yang datang untuk sekadar melihat-lihat atau berfoto. Vihara ini pun termasuk vihara terbesar di Asia Tenggara setelah Tiongkok.