Wisata Kota ke Klenteng Kong Miao di TMII

Rabu, 06 September 2017 14:37:18
Editor : Azis Faradi | Reporter : CHC Saputro
Tempat ibadah bagi umat Konghucu, juga destinasi wisata kota. Keberadaan Klenteng Kong Miao ini memperkaya situs wisata dan keberagaman di TMII. (CHC Saputro)

BINGUNG dengan hiburan mal di ibu kota, coba sekali-kali wisata ke Klenteng Kong Miao di TMII. Menyajikan berbagai pengetahuan tentang umat Konghucu.

Dulu, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), rumah ibadah hanya ada 5. Akan tetapi, sejak 2009, rumah ibadah bertambah satu yaitu Klenteng Kong Miao, milik umat Konghucu. Keberadaan rumah ibadah itu menambah situs wisata di tengah replika keberagaman.

Kehadiran klenteng tersebut, menambah kesan keberagaman atau kebhinnekaan di Indonesia, karena replika yang tertuang dalam satu kawasan wisata. Klenteng Kong Miao, tak sekadar pajangan rumah ibadah.

Akan tetapi, aktif digunakan dalam berbagai kegiatan umat Konghucu, terutama yang ada di Jakarta. Tak hanya itu, sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap keberadaan agama Konghucu, setelah melewati perjuangan panjang untuk mendapatkan status di Indonesia.

Klenteng Kong Miao, berdiri pada tahun 2009 dan diresmikan pada 2010 oleh Siti Hardiyanti Rukmana, Ketua Yayasan Harapan Kita, pengelola TMII. Sejak saat itu, menjadi salah satu bagian di destinasi wisata kota itu.

Klenteng tersebut berbeda dengan Taman Budaya Tionghoa Indonesia atau TBTI. Hanya saja lokasi agak berdekatan. Sama-sama sebagai situs milik warga Tionghoa di Indonesia.

Jika kebetulan ke sana, kompleks Klenteng Kong Miao, terdiri tiga bangunan inti yakni Tian Tan (Altar Suci), Da Cheng Dian (Klenteng Nabi Agung) dan Qi Fu Dian (Klenteng keberkahan).

Bangunan pertama adalan Tian Tan berbentuk bundar melambang kesempurnaan (Tuhan). Beratap tiga susun melambangkan Tuhan paling, simbol ren (manusia) atap tengah, dan paling bawah di (bumi atau alam semesta).

Bangunan kedua, Dan Cheng Dian atau Klenteng Nabi berbentuk bangunan empat persegi panjang bercirikan arsitektur khas Tiongkok, memiliki dua lantai. Bagian bawah digunakan untuk kantor dan perpustakaan, sedangkan lantai atas berisi altar Tuhan, altar nabi dan tempat untuk kebaktian.

Bangunan ketiga, Qi Fu Dian atau Klenteng Keberkahan, terdapat altar untuk menghormati roh suci, seperti Spirit, Malaikat, dan leluhur. Bangunan ini berbentuk sangkar dengan luas 81 meter persegi ditopang delapan tiang.

Pada atap bangunan terdapat simbol sepasang naga dan agama Konghucu. Di dalam kelenteng ini terdapat lilin-lilin yang berjajar serta buah diletakkan dalam piring berjajar. Serta altar untuk sembahyang.

Klenteng Kong Miao dilengkapi ornamen pendukung antara lain xiang lu (hio lo) atau tempat pembakaran hio, pintu gerbang sepasang singa, naga, kilin, patung 12 shio, dan kura-kura kepala naga.