Tiga petugas polisi keliling yang tergabung dalam PMF 51, Oghara, diduga diculik oleh tersangka penggembala di komunitas Ohoror di jalan Timur-Barat di Kawasan Pemerintah Daerah Ughelli Utara Negara Bagian Delta.

Sunday Special mengetahui bahwa para penculik juga merampas senapan AK47 dinas beserta amunisi petugas polisi yang berbaris ke semak-semak.

Diketahui bahwa polisi yang diculik adalah bagian dari tim yang terdiri dari enam petugas polisi keliling yang dikerahkan ke titik panas di jalan Ughelli-Patani.

Kabar penculikan tersebut juga diketahui menimbulkan ketegangan di masyarakat.

Sumber polisi mengatakan para petugas itu dibawa saat menanggapi panggilan darurat.

“Saat mereka berada di lokasi kejadian, seorang pemuda yang diidentifikasi sebagai Moses Progress, 22 tahun, dari komunitas Uwheru, datang untuk memberi tahu tim bahwa ponsel dan uang OPPO miliknya telah dicuri oleh tersangka penggembala di bawah jembatan terdekat di dekat tempat mereka. sambil melakukan ritual kepada dewa sungai.

“Akibatnya, ketua tim patroli memerintahkan ketiga inspektur untuk mengikuti pelapor ke lokasi dengan membawa senjata AK-47.

“Sambil menunggu ketiga inspektur kembali, tim kemudian melihat pelapor mengendarai sepeda motor melaju kencang tanpa orang kami,” kata sumber tersebut.

“Dia diberhentikan untuk menanyakan tentang tiga petugas polisi keliling yang menemaninya. Saat itulah dia menceritakan kepada mereka bahwa sesampainya di lokasi, mereka diserang di semak-semak oleh enam orang penggembala dan dia harus melarikan diri sementara petugas polisi berlari ke berbagai arah.

“Ketika dia memberi tahu orang-orang kami bahwa dia tidak mengetahui keberadaan petugas polisi yang menemaninya, tidak ada pilihan lain selain menangkapnya setelah mereka meminta bala bantuan,” tambah sumber itu.

Petugas Humas Kepolisian Komando Negara Bagian Delta, Bright Edafe, tidak dapat dihubungi untuk mengomentari insiden tersebut pada saat laporan ini dibuat.

Sumber