Korps Keselamatan Jalan Federal (FRSC) telah menegaskan kembali komitmennya untuk menuntut pengemudi yang terlibat dalam kelebihan muatan di Ondo.

Ezekiel SonAllah, Komandan Sektor FRSC, memberikan peringatan pada hari Minggu dalam sebuah wawancara menyusul satu kecelakaan yang merenggut satu nyawa dan melukai delapan orang pada hari Sabtu di Ondo.

Ia mengatakan, pecahnya ban akibat kendaraan yang kelebihan beban menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

SonAllah mengatakan setiap pengemudi yang tertangkap membawa kendaraan kelebihan muatan akan menghadapi hukuman berat.

Ia mengatakan, pecahnya ban akibat kendaraan yang kelebihan beban menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 16:12 di persimpangan Amurin sepanjang jalan tol Owo/Akure di Owo LGA.

Komandan FRSC menjelaskan, kendaraan merek Toyota Hiace LD-27-KPA yang membawa sembilan penumpang itu terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan satu orang di lokasi kejadian.

SonAllah mengatakan, para korban dibawa ke Federal Medical Center, Owo, untuk mendapatkan perawatan, sedangkan kendaraan dan harta bendanya diserahkan ke Polsek Uso.

“Sebagai penumpang, jika Anda mengetahui bahwa kendaraan tersebut kelebihan beban dan Anda menghargai nyawa Anda, Anda tidak perlu masuk ke dalam kendaraan tersebut,” kata pejabat FRSC tersebut.

(DI DALAM)

Sumber