Banyak penduduk kota Ifon dan Ilobu di Negara Bagian Osun pada hari Senin meninggalkan rumah mereka menyusul laporan bentrokan berdarah yang melibatkan bandit dari kedua komunitas tersebut.

Penyebab permusuhan saat ini masih belum jelas, namun sumber keamanan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada PUNCH Online bahwa milisi dari kedua komunitas tersebut bentrok di desa-desa di perbatasan negara bagian Osun dan Oyo sebelum pertempuran menyebar ke kota-kota.

Ilobu dan Ifon telah terlibat bentrokan berdarah mengenai masalah perbatasan selama bertahun-tahun.

Pemerintah negara bagian pada bulan Oktober 2023 memberlakukan jam malam 24 jam di masyarakat setelah bentrokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan kerusakan harta benda.

Jam malam dicabut pada bulan Desember lalu setelah kembalinya perdamaian di wilayah tersebut.

Berbicara mengenai kejadian terbaru, Otun Jagun dari Ilobu, Leke Ogunsola, mengatakan kepada wartawan bahwa bandit Ifon menyerang petani Ilobu di desa Ologele dan Aganna, menembak mati seorang petani, sementara yang lain terluka.

Namun Sekretaris Dewan Pengawas Persatuan Progresif Ifon, Jide Akinyooye, menuduh bahwa bandit dari Ilobu menyerang penduduk asli kota dan melukai banyak dari mereka.

Dalam sebuah wawancara, seorang penduduk Ilobu, yang diidentifikasi sebagai Oladotun, yang meninggalkan kota untuk berlindung di Osogbo, mengatakan kepada PUNCH Online bahwa perusahaan-perusahaan segera ditutup ketika berita tentang bentrokan di desa-desa tersebar di kedua kota tersebut.

Dia berkata: “Saya harus pergi keluar bersama keluarga saya. Kami saat ini berada di sebuah gereja di Osogbo tempat kami akan bermalam. Kebanyakan orang di sekitar rumah saya di Ilobu juga meninggalkan rumah mereka karena takut akan serangan. Pertempuran terjadi di desa-desa di perbatasan Negara Bagian Osun dan Oyo.

“Sebuah desa bernama Wale rata dengan tanah. Bentrokan juga terjadi di sekitar Desa Idiroko dan Iranin. Kami mengetahui bahwa dua orang juga terbunuh. Namun banyak orang yang meninggalkan rumah mereka, baik di Ilobu maupun Ifon, untuk menghindari baku tembak.”

Petugas Humas Komando Kepolisian Negara Bagian Osun, Yemisi Opalola, mengatakan personel telah dikerahkan ke daerah tersebut untuk mencegah eskalasi.

Dia berkata: “Kami mengerahkan laki-laki ke komunitas. Kami sudah menangani masalah ini. Saya akan memberi tahu Anda tentang perkembangan masa depan.

Hal serupa juga disampaikan oleh juru bicara Komando Osun Korps Keamanan dan Pertahanan Sipil Nigeria, Kehinde Adeleke, yang juga mengatakan bahwa komando tersebut telah mengerahkan pasukan bersenjatanya ke daerah tersebut dan mengatakan bahwa terjadi bentrokan berdarah.

Namun dia belum bisa memastikan apakah ada korban jiwa atau tidak.

Sumber