Korps Keselamatan Jalan Federal (FRSC) telah mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas di Abuja, menangkap hampir 5,000 orang karena melanggar peraturan lalu lintas.

Pengungkapan itu disampaikan Komandan Sektor, Muta’a Chorrie, saat diwawancara, Selasa. Chorrie membenarkan bahwa total 4,907 orang ditangkap karena melakukan 6,339 pelanggaran lalu lintas berdasarkan inisiatif “Operasi Nol Toleransi” di Wilayah Ibu Kota Federal (FCT).

Operasi ekstensif ini, yang dilakukan antara tanggal 15 Desember 2023 hingga 15 Januari 2024, dirancang khusus untuk memperkuat langkah-langkah keselamatan jalan raya selama musim Natal.

  • Ia menyoroti, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat mengemudi, dan ngebut menjadi faktor utama penyebab kecelakaan selama operasi.
  • Meskipun “Operasi Nol Toleransi” telah berakhir, FRSC sedang mempersiapkan inisiatif patroli khusus lainnya pada tahun 2024 dalam lingkup FCT. Chorrie menjelaskan, pengalaman yang didapat selama patroli khusus akhir tahun 2023 membuat Korps memulai operasi lanjutan.
  • Operasi khusus yang akan datang, yang disebut “Operasi Kontrol Seluler Kecepatan Falcon”, dirancang untuk mengatasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan di jalan raya dan meminimalkan insiden tersebut.
  • Chorrie menekankan, FRSC telah melengkapi personelnya dengan senjata serang dan logistik operasional lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di tahun mendatang.

Apa yang harus Anda ketahui

Selain upaya penegakan hukum, FRSC diharapkan melakukan kampanye kesadaran yang luas di gereja, masjid dan sekolah, dengan sasaran populasi yang lebih besar. Chorrie menguraikan rencana untuk mengunjungi gereja pada hari Minggu, masjid pada hari Jumat, dan sekolah negeri dan swasta. Tujuannya adalah untuk menanamkan budaya mengemudi yang bertanggung jawab dan mendidik pengguna jalan tentang manajemen lalu lintas yang efektif di FCT.

Chorrie menghimbau para pengemudi, khususnya pengemudi komersial, untuk konsisten mematuhi peraturan lalu lintas dan berkolaborasi dengan FRSC. Dia menekankan bahwa kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas mengurangi kecelakaan dengan korban fatal dan berkontribusi pada pelestarian nyawa dan harta benda di wilayah tersebut.

Saat FRSC bersiap untuk “Operasi Kontrol Seluler Kecepatan Falcon”, pendekatan multi-cabangnya mencakup langkah-langkah penegakan hukum dan inisiatif penjangkauan masyarakat, yang mencerminkan komitmen untuk meningkatkan keselamatan jalan raya di Wilayah Ibu Kota Federal.


Unduh aplikasi TheTimes untuk berita terkini dan intelijen pasar.

Sumber