Komisi Perdamaian Negara Bagian Kaduna telah menyerukan pelaksanaan pemilu ulang yang dijadwalkan pada hari Sabtu dengan tenang dan damai.

Seruan tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh Saleh Momale, wakil presiden eksekutif komisi tersebut, pada hari Kamis.

Pak Momale menekankan pentingnya warga negara menggunakan hak demokrasinya selama proses pemilu ini.

Dia mendesak semua pemangku kepentingan untuk menerapkan pemilu yang damai dan menahan diri dari segala bentuk provokasi dan kekerasan.

Bapak Momale menyoroti perlunya menjaga standar tertinggi transparansi, integritas dan akuntabilitas selama pemilu ulang.

Komisi tersebut juga meminta partai politik dan pendukungnya untuk menghindari hasutan, ujaran kebencian, atau tindakan apa pun yang dapat membahayakan perdamaian dan keamanan.

Berkaca pada keberhasilan pemilu yang diselenggarakan pada bulan Februari dan Maret 2023, Ibu Momale mengimbau para pemangku kepentingan untuk meniru perilaku damai yang terjadi pada periode tersebut.

Untuk menjaga keamanan lingkungan, komisi lebih lanjut mendesak individu, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk melaporkan segala ancaman terhadap perdamaian sebelum, selama dan setelah pemilu.

“Masyarakat harus melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang terkait, termasuk Komisi Perdamaian Negara Bagian Kaduna, Komisi Pemilihan Umum Nasional Independen (INEC) dan lembaga keamanan, untuk memastikan adanya tanggapan yang memadai.

“Saat bangsa ini menunggu pemilu ulang, Komisi Perdamaian Negara Bagian Kaduna tetap teguh dalam komitmennya untuk mendorong keharmonisan dan ketenangan,” katanya.

Namun komisi tersebut menghimbau seluruh warga negara untuk berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan demokrasi ini.

Pemutaran ulang akan dilakukan di daerah pemilihan dan unit pemungutan suara terpilih di tujuh LGA, termasuk Chikun, Igabi, Kauru, Kaduna Selatan, Kudan, Kachia dan Kagarko.

(DI DALAM)

Sumber