Harga bensin sebenarnya antara ₦1500-₦1950 – Pengecer

Presiden Asosiasi Pemilik Ritel Minyak Nigeria (PROAN), Billy Gillis-Harry, telah menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat Nigeria dengan harga pasar minyak saat ini, yang menurut perkiraannya berkisar antara ₦1,500 dan ₦1,950 per liter jika dikaitkan dengan tarif internasional.

Dalam sebuah wawancara dengan Arise Television, Gillis-Harry menjelaskan bahwa harga-harga ini tidak terjangkau bagi rata-rata masyarakat Nigeria dan tidak mencerminkan realitas ekonomi negara penghasil minyak.

Menurut Gillis-Harry, harga rata-rata global untuk satu liter bahan bakar adalah sekitar satu dolar 30 sen, jumlah yang jauh melebihi kemampuan sebagian besar masyarakat Nigeria mengingat nilai tukar saat ini sebesar ₦1.500 per dolar.

Dia menekankan bahwa Nigeria, meskipun merupakan produsen minyak utama, masih tunduk pada standar harga internasional, yang sangat mempengaruhi harga bahan bakar lokal.

Kondisi kilang-kilang di Nigeria yang tidak beroperasi merupakan kekhawatiran lain yang diangkat oleh ketua PROAN, yang mengkritik kegagalan pemerintah dalam memproduksi satu liter bensin di dalam negeri.

Situasi ini memaksa negara ini bergantung sepenuhnya pada minyak impor, sehingga pengecer perlu menaikkan harga untuk menutupi biaya impor dan menjamin kelangsungan bisnis.

Gillis-Harry juga membahas dampak tingginya harga minyak terhadap pengecer, dengan menyatakan bahwa tanpa daya beli konsumen yang memadai, stok tidak akan terjual, sehingga mempengaruhi stabilitas keuangan mereka.

Dia menyerukan proses distribusi yang lebih transparan dan pengawasan kepatuhan yang lebih baik di tempat penjualan untuk memastikan keadilan dan efisiensi di pasar.

Dalam sambutan penutupnya, Gillis-Harry menekankan perlunya pengambilan keputusan berdasarkan analisis data menyeluruh dan contoh kepatuhan penegakan hukum untuk mendorong budaya kepatuhan di kalangan masyarakat.

Sumber