Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield memberikan hak veto terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Markas Besar PBB di New York, AS, 20 Februari. 2024. REUTERS/Mike Segar

PBB – Amerika Serikat pada hari Selasa kembali memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai perang Israel-Hamas, menghalangi tuntutan gencatan senjata kemanusiaan segera dan memberikan tekanan pada anggota badan beranggotakan 15 negara tersebut untuk menyerukan gencatan senjata sementara terkait dengan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas.

Tiga belas anggota dewan memberikan suara mendukung naskah yang dirancang oleh Aljazair, sementara Inggris abstain. Ini adalah veto ketiga AS terhadap rancangan resolusi sejak pertempuran saat ini dimulai pada 7 Oktober. Washington juga menggunakan hak vetonya untuk memblokir amandemen rancangan resolusi pada bulan Desember.

“Pemungutan suara yang mendukung rancangan resolusi ini merupakan dukungan terhadap hak hidup rakyat Palestina. Di sisi lain, pemungutan suara yang menolak menyiratkan dukungan terhadap kekerasan brutal dan hukuman kolektif yang menimpa mereka,” kata Duta Besar Aljazair untuk PBB, Amar Bendjama, kepada dewan sebelum pemungutan suara.

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield memberi isyarat pada hari Sabtu bahwa AS akan memveto rancangan resolusi tersebut karena kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat membahayakan perundingan antara AS, Mesir, Israel dan Qatar, yang berupaya menengahi jeda perang dan pembebasan tersebut. dari sandera yang ditahan. oleh Hamas di Jalur Gaza.

“Menuntut gencatan senjata segera dan tanpa syarat tanpa kesepakatan yang mengharuskan Hamas melepaskan sandera tidak akan membawa perdamaian abadi. Sebaliknya, hal ini justru akan memperpanjang pertikaian antara Hamas dan Israel,” kata Thomas-Greenfield kepada dewan tersebut sebelum pemungutan suara.

BACA: PBB kemungkinan akan melakukan pemungutan suara pada hari Selasa mengenai gencatan senjata di Gaza, AS memberi isyarat untuk memveto

Resolusi yang dirancang oleh Aljazair dan diveto oleh AS tidak mengaitkan gencatan senjata dengan pembebasan sandera. Mereka secara terpisah menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera dan pembebasan semua sandera segera dan tanpa syarat.

“Pesan yang diberikan kepada Israel hari ini dengan veto ini adalah bahwa mereka dapat terus lolos dari pembunuhan,” kata utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour kepada dewan tersebut.

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, mengatakan kata gencatan senjata disebutkan “seolah-olah itu adalah solusi ajaib, solusi ajaib untuk semua masalah di kawasan.”

“Gencatan senjata mencapai satu hal dan hanya satu hal – kelangsungan hidup Hamas,” kata Erdan kepada dewan tersebut. “Gencatan senjata adalah hukuman mati bagi lebih banyak warga Israel dan Gaza.”

Memberikan suara pada resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza, New York

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield berbicara kepada wartawan usai pemungutan suara resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza selama konflik antara Israel dan Hamas, di markas besar AS di New York, AS, Februari 20. 2024. REUTERS/Mike Segar

Gencatan senjata sementara

AS kini telah mengusulkan rancangan resolusi yang menyerukan gencatan senjata sementara dalam perang Israel-Hamas dan menentang serangan darat besar-besaran yang dilakukan sekutunya Israel di Rafah, menurut teks yang dilihat oleh Reuters pada hari Senin. Dia mengatakan dia berencana memberikan waktu untuk negosiasi dan tidak akan terburu-buru dalam memberikan suara.

Washington sejauh ini menolak kata gencatan senjata dalam tindakan PBB apa pun terkait perang Israel-Hamas, namun pernyataan AS tersebut mencerminkan bahasa yang Presiden Joe Biden katakan ia gunakan pekan lalu dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Rancangan resolusi AS akan melihat Dewan Keamanan “menggarisbawahi dukungannya terhadap gencatan senjata sementara di Gaza secepat mungkin, berdasarkan formula pembebasan semua sandera, dan menyerukan pencabutan semua hambatan dalam penyediaan bantuan kemanusiaan skala besar. pendampingan.”

Ini adalah kedua kalinya sejak 7 Oktober Washington mengusulkan resolusi Dewan Keamanan mengenai Gaza. Rusia dan Tiongkok memveto upaya pertama mereka pada akhir Oktober.

Washington secara tradisional melindungi Israel dari tindakan PBB. Namun dia juga abstain sebanyak dua kali, sehingga memungkinkan dewan untuk mengadopsi resolusi yang bertujuan untuk meningkatkan bantuan ke Gaza dan menyerukan perpanjangan jeda pertempuran.

Perang dimulai ketika pejuang dari kelompok militan Hamas, yang menguasai Gaza, menyerang Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang, menurut catatan Israel. Sebagai pembalasan, Israel melancarkan serangan militer ke Gaza yang menurut para pejabat kesehatan menewaskan hampir 29.000 warga Palestina dan ribuan lainnya dikhawatirkan hilang di antara reruntuhan.


Tidak dapat menyimpan tanda tangan Anda. Silakan coba lagi.


Langganan Anda berhasil.

Pada bulan Desember, lebih dari tiga perempat dari 193 anggota Majelis Umum PBB memberikan suara mendukung gencatan senjata kemanusiaan segera. Resolusi-resolusi Majelis Umum tidak bersifat mengikat, namun memiliki bobot politik, yang mencerminkan pandangan global mengenai perang tersebut.



Sumber