Presiden LTFRB, Teófilo Guadiz II FOTO FILE

MANILA, Filipina – Grab Filipina kini dapat berpartisipasi dalam studi percontohan ojek, demikian konfirmasi Ketua Badan Regulasi dan Waralaba Transportasi Darat (LTFRB) Teofilo Guadiz III pada hari Rabu.

Namun, Grab belum bisa mengoperasikan layanan ojek di negara tersebut kecuali Kelompok Kerja Teknis Taksi MC (MC Taxi TWG) memberi mereka izin untuk menjalankan layanan tersebut, kata Guadiz dalam suratnya yang juga memberi lampu hijau untuk partisipasi Grab. di ruang belajar.

BACA: Grab tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam studi percontohan ojek, kata LTFRB

Mengenai aktivasi sebenarnya aplikasi atau layanan MC Taxi di aplikasi Grab, agensi ini mengonfirmasi bahwa Grab belum mendapat otorisasi penuh dari MC Taxi TWG, kata Guadiz dalam keterangannya.

“Yakinlah, LTFRB akan terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan industri untuk menjaga persaingan yang adil di sektor yang berkembang pesat ini,” tambahnya.

Studi percontohan yang dimulai pada tahun 2019 ini akan menjadi dasar undang-undang tentang ojek.

BACA: Panel Kamar, DOTr-TWG pertimbangkan peluncuran percontohan ojek di luar Metro Manila

Bos LTFRB juga menjelaskan bahwa MC Taxi TWG tidak memiliki pedoman yang melarang perusahaan merekrut pengemudi sebelum layanan tersebut diharapkan diluncurkan.

Guadiz, dalam surat lain tertanggal 1 Februari, mengatakan hanya perusahaan sepeda motor Joyride, Angka dan Move It yang dapat berpartisipasi dalam studi percontohan taksi MC.

Surat tersebut menyatakan bahwa Grab “tidak berwenang untuk berpartisipasi dalam studi implementasi percontohan atau mengoperasikan layanan ojek.”


Tidak dapat menyimpan tanda tangan Anda. Silakan coba lagi.


Langganan Anda berhasil.



Sumber