MANILA, Filipina – Ketua Komisi Pemilihan Umum (Comelec) George Garcia pada hari Kamis mengatakan bahwa usulan untuk mengadakan pemilu nasional dan lokal tahun 2025 serta pemungutan suara untuk mengamandemen Konstitusi tahun 1987 akan “logis dan praktis” karena masalah anggaran.

Menurut Garcia, mengadakan pemungutan suara terpisah untuk pemungutan suara akan menelan biaya tambahan sebesar P13 miliar.

UNTUK MEMBACA: Comelec setuju dengan pemilihan paruh waktu serentak pada tahun 2025, pemungutan suara Cha-cha

“Adalah logis dan praktis untuk menyelenggarakan pemilu nasional bersamaan dengan pemungutan suara. Karena ketika Anda memisahkan pemungutan suara, Comelec akan membutuhkan P13 miliar untuk mengadakan pemungutan suara,” kata Garcia dalam sebuah wawancara penyergapan.

(Adalah logis dan praktis jika pemilu nasional diadakan bersamaan dengan pemungutan suara karena jika kita memisahkan keduanya, Comelec akan memerlukan tambahan P13 miliar untuk menyelenggarakan pemungutan suara tersebut.)

Artinya, jika tidak melaksanakan pemungutan suara secara bersamaan maka ada tambahan Rp13 miliar, sedangkan jika melakukan pemungutan suara bersamaan dengan pemilu nasional dan pilkada 2025 tidak memerlukan P13 miliar, ujarnya. ditambahkan.

(Artinya, jika pemungutan suara tidak dilakukan bersamaan dengan pemilu, maka akan ada tambahan pengeluaran sebesar P13 miliar, sedangkan jika kita tetap menyatukannya, maka dana sebesar P13 miliar tidak diperlukan lagi.)

Garcia menambahkan bahwa Comelec akan membawa ke Kongres masalah kenaikan gaji guru yang akan bertugas selama pemilu.

“Mungkin kalau Comelec mengeluarkan biaya tambahan, kami akan meminta kepada Kongres kami mungkin guru kami bisa mendapat tambahan honor,” lanjutnya.

(Jika Comelec mengeluarkan biaya tambahan, kami akan meminta Kongres untuk memberikan tunjangan yang lebih tinggi bagi para guru.)

Ia menambahkan, tidak ada hambatan hukum agar pemungutan suara dan pemilu dapat dilaksanakan secara bersamaan.

“Tidak ada ketentuan dalam Konstitusi atau undang-undang apa pun yang melarang pemilu nasional dan lokal serta pemungutan suara pada saat yang bersamaan,” kata Garcia.

(Tidak ada ketentuan dalam Konstitusi atau undang-undang yang mengatakan bahwa pemilu nasional dan lokal serta pemungutan suara tidak dapat diselenggarakan secara bersamaan.)


Tidak dapat menyimpan tanda tangan Anda. Silakan coba lagi.


Langganan Anda berhasil.

Pada hari Senin, Presiden Senat Juan Miguel Zubiri mengatakan Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. ingin pemungutan suara diadakan bersamaan dengan pemilihan paruh waktu tahun 2025.



Sumber